.
Oleh : Cahyadi Takariawan
Dalam postingan sebelumnya telah saya sampaikan bahwa penulisan buku dinyatakan sudah selesai, apabila selesai secara substansi dan selesai secara mekanik. Pada prakteknya, selesai secara substansi dan selesai secara mekanik tidak selalu terjadi bersamaan.
Ketika ada jarak antara selesai substansi dan selesai mekanik, muncul dua masalah. Pertama, selesai secara mekanik, namun belum selesai secara substansi. Masalah kedua, selesai secara substansi namun belum selesai secara mekanik. Keduanya adalah kondisi tidak ideal, dan harus mendapatkan penyelesaian.
Selesai Mekanik, Belum Selesai Substansi
Masalah pertama adalah ketika sudah selesai menulis sesuai target jumlah karakter, namun belum menyelesaikan seluruh bagian outline. Sebagai contoh, Anda menargetkan menulis buku setebal 200 halaman isi, full textbook, ukuran standar. Untuk itu, Anda memerlukan bahan tulisan sekitar 200.000 karakter.
Ketika tulisan yang Anda buat sudah mencapai 200.000 karakter, berarti secara mekanik sudah selesai. Namun ternyata itu belum mencakup seluruh bagian yang hendak Anda tuliskan, masih ada beberapa bagian yang belum dituliskan.
Solusi untuk persoalan pertama ini sederhana, tinggal menambah tulisan untuk menyelesaikan bagian yang kurang. Konsekuensinya, jumlah halaman buku bertambah. Lebih dari 200 halaman isi.
Apabila penambahan tersebut bisa diterima, maka sudah selesai. Tidak ada masalah lagi. Namun jika tidak dimungkinkan adanya penambahan halaman, disebabkan oleh karena terikat ketentuan, atau pertimbangan lain, maka harus melakukan pemangkasan.
Cara memangkas, bisa dengan mengurangi bagian yang sudah dituliskan, sehingga menjadi lebih ringkas. Bisa juga dengan meniadakan bagian yang belum ditulis, apabila tidak mengganggu isi buku secara keseluruhan.
Selesai Substansi, Belum Selesai Mekanik
Persoalan kedua adalah, ketika secara substansi sudah selesai, namun belum mencapai targety mekanik. Misalnya, baru menulis 100.000 karakter, ternyata semua bagian dari outline sudah tertuangkan dalam bentuk tulisan. Secara isi, juga sudah bisa menjelaskan atau mewakili pesan yang hendak disampaikan.
Apabila bertemu situasi seperti ini, maka Anda bisa menambah bahan tulisan sehingga bisa mencapai target. Bahan tulisan yang ditambahkan bisa berupa keterangan, analisa, kutipan, untuk lebih menambah bobot pembahasan dalam tulisan. Dengan demikian, pembahasan menjadi lebih detail dan rinci.
Misalnya, jika tulisan berisi motivasi berbuat baik, jika Anda muslim, bisa ditambah dengan ayat-ayat Al Qur’an atau hadits yang relevan dengan tema pembahasan. Kutipan ayat Al Qur’an ini bisa ditambah pula dengan tafsir atau penjelasan makna ayat tersebut dari para ulama. Bisa juga ditambah dengan cerita atau kisah berhikmah yang relevan dengan tema.
Namun, jika Anda merasa semua analisa dan penjelasan sudah terwakili dalam tulisan tersebut, cara untuk mencapai target mekanik adalah dengan menambah berbagai jenis konten. Pilih konten yang bisa dimasukkan ke dalam buku, sesuai dengan konteks pembahasan.
Berikut beberapa konten yang bisa ditambahkan:
- Diagram, tabel yang sesuai
- Foto, gambar, ilustrasi, kartun yang sesuai
- Quotes yang mendukung
- Lembar kosong untuk aktivitas pembaca
- Dan lain sebagainya
Proses kreatif menambah konten ini yang sering disebut sebagai ‘penggemukan’. Membuat buku menjadi lebih gemuk berisi. Maka —“biarlah buku saja yang gemuk, kamu jangan”. Eaaaa….
Pada dasarnya, membuat buku adalah soal kreativitas. Siapa yang kreatif, dia yang akan lebih pintar membuat buku dengan tampilan menarik. Kemampuan setting dan layout juga sangat berpengaruh dalam meletakkan gambar, tabel, quotes dan lain-lain, ke dalam format buku.
Dengan demikian, meskipun hanya mendapat 50 % jumlah karakter dari target penulisan, namun tetap bisa membuat buku dengan ketebalan yang direncanakan. Sedianya, menulis 200.000 karakter untuk 200 halaman buku. Namun ternyata hanya memiliki 100.000 karakter isi buku, maka yang 100 halaman buku diisi dengan berbagai konten yang relevan.
Lihat foto ilustrasi di atas. Itu adalah contoh halaman buku, yang diisi dengan suatu quotes atau pernyataan pendek. Tampak sudah memenuhi dua halaman, dengan tampilan yang indah dan menarik. Itu hanya contoh.
Hasil akhirnya tetap 200 halaman. Ini soal ide dan kreativitas. Semua ada solusinya, dengan berpikir kreatif.

Trimk, kami aplikasikan