20 September 2026

.

Oleh : Cahyadi Takariawan

One of the most common pieces of writing advice is: Don’t edit as you write. Editing as you write slows you down and distracts your brain from the task of actually writing” –Lindsay Kramer, 2021.

.

Writing sprint yang dianjurkan oleh Chris Fox, menuntut Anda untuk menulis dengan cepat dalam rentang waktu yang dibatasi. Pembatasan waktu boleh Anda sesuaikan dengan kondisi dan situasi. Bagi Anda yang berada dalam kondisi super sibuk, ambil satu sesi 8 menit yang direkomendasikan oleh Monica Leonelle.

Bagi Anda yang memiliki waktu lebih longgar, ambil satu sesi 15 menit sebagaimana contoh proses menulis yang dilakukan oleh Anthony Trollope. Bagi Anda yang memiliki waktu senggang, ambil satu sesi 25 menit sebagaimana teknik Pomodoro yang direkomendasikan oleh Francesco Cirillo. Jika waktu Anda cukup panjang, gunakan writing sprint model Chris Fox selama 1 jam, yang bisa Anda bagi menjadi 3 sesi.

Optimalkan Cara Kerja Anda

Optimizing your workflow doesn’t mean creating the perfect environment; it means adapting your current environment to be the most conducive to your writing flow” –Lindsay Kramer, 2021.

Menurut pengalaman Lindsay Kramer (2021), menulis cepat paling mudah dilakukan saat Anda berada di lingkungan yang sengaja diatur dan diciptakan untuk menulis. Konsekuensinya, Anda harus benar-benar menghindarkan diri dari distraksi dalam bentuk apapun. Telepon, email, chating, update status, searching, dan lain sebagainya –harus dihindari selama sesi menulis.

“Mengoptimalkan alur kerja menulis tidak berarti menciptakan lingkungan yang sempurna”, ujar Kramer. Karena memang tidak mungkin bisa menciptakan lingkungan sempurna. “Itu berarti mengadaptasi lingkungan Anda saat ini menjadi yang paling kondusif untuk aliran menulis. Jika Anda menulis dan mengedit di ponsel, aktifkan mode silent untuk memblokir notifikasi apa pun yang dapat mengganggu sesi menulis Anda,” ujar Kramer.

Trust us, you tell yourself you’ll just look at Facebook for a minute… it’s never just a minute. Block it out if you want to write faster” –Lindsay Kramer, 2021.

Gangguan menulis sering kali datang dari hal-hal sederhana, seperti ingin menengok facebook, instagram, tiktok atau youtube. “Percayalah pada kami, bahwa ketika Anda mengatakan pada diri sendiri akan menengok Facebook sebentar, itu tidak pernah hanya satu menit. Blokir sementara Facebook Anda jika ingin menulis lebih cepat,” lanjut Kramer.

Menulis dengan Posisi Tubuh yang Baik

Having proper sitting posture, that is sitting up straight with your forearms resting on your desk in a comfortable position, can also help you write faster. This is because it reduces the strain you’re putting on your hands, arms, and neck while you type” –Lindsay Kramer, 2021.

Salah satu hambatan menulis adalah saat Anda melakukan dengan posisi tubuh yang tidak baik. Selain berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan, menulis dengan posisi tubuh salah akan membuat Anda lebih cepat lelah. Dalam waktu cepat, Anda sudah tidak betah menulis. Misalnya menulis sambil rebahan atau berbaring, ini posisi yang tidak nyaman.

Untuk itu Anda harus menulis dengan posisi tubuh yang benar. Jika memilih duduk, maka Anda harus duduk dengan postur tubuh yang baik. Duduklah dengan tegak, di mana lengan di atas meja dalam posisi yang nyaman.Posisi ini dapat membantu Anda menulis lebih cepat.

“Cara duduk seperti ini mampu mengurangi ketegangan yang Anda alami pada tangan, lengan, dan leher saat mengetik”, ungkap Kramer. Namun terkadang Anda tidak bisa memiliki posisi yang ideal, lantaran sedang tidak berada di lokasi yang memungkinkan untuk memilih posisi nyaman.  Usahakan tetap menulis dalam posisi ternyaman dan teraman yang bisa Anda ciptakan.

“Jika Anda tidak memiliki kesempatan duduk sempurna seperti ini karena sedang menulis di angkutan umum, di kedai kopi, atau di mana pun yang memaksa Anda untuk duduk dalam posisi tidak nyaman, tetap lakukan dengan posisi terbaik yang mungkin Anda lakukan”, ungkap Kramer.

Sebagian dari Anda lebih suka menulis sambil berdiri, bukan sambil duduk. Bahkan beberapa penulis meyakini, bahwamenulis sambil berdiri bisa memberikan manfaat kesehatan. Simak pembahasannya di sini.

Terus Menulis, Bukan Membenarkan Kesalahan

Don’t worry about mistakes, just keep going. Save your editing for after you’ve got a completed draft on the page. Do this even when you see obvious mistakes” –Lindsay Kramer, 2021.

Selama sesi menulis yang terbatas, jangan mengkhawatirkan kesalahan tulis. Teruskan menulis saja hingga selesai. Inilah permasalahan yang sangat sering terjadi pada banyak kalangan penulis –mereka membenarkan kesalahan tulis pada sesi menulis.Dampaknya waktu habis untuk mengedit dan membenarkan.

Kita mengingat saran penulisan yang paling umum adalah jangan mengedit di saat Anda sedang menulis. “Mengedit di saat Anda menulis akan memperlambat proses kreatif dan mengalihkan perhatian otak Anda dari tugas menulis yang sebenarnya”, ujar Kramer.

“Simpan saja agenda pengeditan setelah menyelesaikan draf tulisan. Tetap lakukan ini bahkan ketika Anda melihat kesalahan yang jelas”, sambung Kramer. Maka tetaplah menulis di sepanjang sesi yang sudah Anda siapkan.

Jadi Anda memilih sesi berapa menit? Selamat menulis.

Bahan Bacaan

Chris Fox, 5,000 Words Per Hour: Write Faster, Write Smarterhttps://chris-fox-writes.ck.page

Leigh Fisher, Who Likes a Standing Desk When Writing? https://medium.com, 20 Januari 2019

Lindsay Kramer, How to Write Faster: 8 Tips to Improve Your Writing Speed, https://www.grammarly.com, 4 Oktober 2021

Thomas Umstattd Jr, How to Write 5000 Words an Hour with Chris Fox, https://www.authormedia.com, 28 Agustus 2018

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *