19 September 2026

.

Oleh : Cahyadi Takariawan

“The best part of the whole thing, however, was the book to my then 2-year-old daughter. She saw the picture of me on the back and said, “Mama, that’s you!” –Val Breit, 2018.

.

Apa alasan Anda untuk tidak menulis? “Saya hanyalah seorang ibu rumah tangga yang sibuk dengan urusan kerumahtanggaan”, mungkin sebagian dari Anda akan menyatakan demikian.

Jewel Eliese (2018), seorang bloger produktif menyatakan, Anda mungkin menjadi ibu rumah tangga yang sekaligus penulis, namun menghadapi beragam jenis kendala. Seperti apa profil ibu rumah tangga yang sekaligus penulis? Eliese menggambarkan beragam kondisi ibu rumah tangga yang ingin produktif menulis.

Anda adalah ibu rumah tangga sekaligus penulis “ketika membutuhkan waktu dua pekan untuk menjawab satu email”. Pada sebagian ibu yang sangat sibuk, “ketika merencanakan buku-buku Anda sambil mandi pagi”. Bahkan, ” ketika Anda khawatir ide-ide terbaik Anda hilang karena teriakan terus-menerus dari anak”.

Anda adalah ibu rumah tangga sekaligus penulis, “ketika karakter dalam cerita Anda adalah sosok ibu”. Sebagian ibu yang lain, “ketika Anda memilih membelikan mainan atau perlengkapan untuk anak, bukan laptop yang Anda impikan”. Dan juga “ketika Anda bukan seorang ibu super, tetapi menulis tentang pahlawan super”.

Meski seabreg kesibukan ibu rumah tangga, apakah berarti sudah tidak ada waktu untuk menciptakan karya? Bagaimana menyiasati kesibukan ibu rumah tangga? Bagaimana dunia ibu bisa memudahkan untuk menulis buku?

Dunia Ibu, Sangat Dekat dengan Buku

Shortly after I found out I was pregnant with our second child, I set this crazy goal to publish a book—before the baby was born” –Val Breit, 2018.

Menurut Val Breit—seorang ibu rumah tangga yang juga penulis produktif, kegiatan harian ibu justru sangat membantu untuk menemukan ide menulis. Breit memutuskan untuk memulai menulis buku saat hamil anak kedua. Alasan Breit pun sangat heboh.

“Hormon kehamilan bisa memacu ibu untuk melakukan hal-hal luar biasa”, ujar Breit. Ia telah membuktikannya. Ia menulis saat hamil anak kedua, hingga menyelesaikan tulisan sebelum bayi lahir. Bukunya pun berhasil diterbitkan, berjudul Pay Your Student Loans Fast (2018). Hasilnya sangat membahagiakan dirinya.

Those pregnant hormones can make us do some pretty crazy things” –Val Breit, 2018.

Ketika buku terbit, anak perempuan Breit, umur dua tahun, menunjuk foto Breit yang ada di buku, “Mama, ini kamu!” Dengan bangga si anak pertama ini mengatakan, “Mamaku menulis buku ini”. Ungkapan anak ini sangat membahagiakan hati Breit. Kebahagiaan ala ibu rumah tangga yang melihat anaknya berbahagia.

Ada sangat banyak ibu rumah tangga yang mampu menciptakan karya di tengah kesibukan mengurus keluarga. Angela DiTerlizzi adalah salah satunya. DiTerlizzi adalah penulis buku The Magical Yet, dan puluhan buku lainnya.

Ia adalah istri dan ibu, yang menulis di sela kesibukannya sebagai ibu rumah tangga. Dunia ibu, membuatnya kaya inspirasi untuk ditulis menjadi buku. Bahkan obrolan dengan anak, adalah pemantik ide menulis.

Ide menulis buku The Magical Yet muncul, ketika putrinya yang berusia 9 tahun rajin mengikuti pertandingan basket, dan belum pernah menang sekalipun. Pada pertandingan terakhir, putrinya menyatakan telah berada pada tim yang salah. Ia sangat bersedih karena belum pernah memenangkan pertandingan.

Selama perjalanan pulang, DiTerlizzi mengobrol di mobil dengan sang putri. “You’re not there yet, but you will be. Kamu belum mencapai kemenangan, namun kamu akan sampai di sana.” Kalimat ini meluncur begitu saja, untuk menghibur putrinya yang tengah bersedih.

Nasihat yang ia sampaikan kepada putrinya, justru mengetuk dirinya untuk merenungi kata “yet” –belum. Ternyata ia menemukan ada kekuatan di balik kata “Yet”. Belum adalah kekuatan. Kamu belum menang, namun kamu akan mencapainya. Sekarang hanya “belum”. Maka ditulislah buku The Magical of Yet yang best seller.

Luar biasa kekuatan seorang ibu. Mereka sangat lekat dengan kehidupan anak-anak. Segala sesuatu akan dikatakan kepada ibu, dan ternyata pembicaraan anak adalah inspirasi menulis yang tak pernah habis.

Demikian pula kisah Katharine Strange, seorang ibu rumah tangga yang berhasil menerbitkan buku karya sendiri. Strange menceritakan, “Aku mulai menulis novel ‘Manly Man of God’, ketika anak pertama berusia tiga setengah tahun dan anak bungsu berusia setahun”, ujarnya.

Semua ibu bisa merasakan kesibukan saat memiliki dua anak, berumur tiga setengah tahun dan satu tahun. Keduanya masih sangat banyak memerlukan perhatian, sampai  hal-hal yang teknis. Namun ternyata Strange bisa menciptakan karya tulis justru ketika ia menjadi ibu dari dua orang anak kecil.

“Ketika Anda memiliki anak kecil, menulis atau melakukan hal-hal kreatif lainnya, sering kali terabaikan dan tak terpikirkan. Namun jika Anda memiliki keinginan yang kuat, Anda pasti dapat mewujudkannya”, lanjut Katharine Strange. Kuncinya adalah pada kemauan yang kuat.

Bagaimana dengan Anda? Apa alasan Anda untuk tidak menulis? Sepertinya sudah tidak ada lagi.

Bahan Bacaan

Jewel Eliese, You Know You’re a Writer Mom Whenhttps://writingcooperative.com, 3  Desember 2018

Joanna Penn, How Do You Find Time To Write? www.thecreativepenn.com. 28 Maret 2018

Katharine Strange, How I Wrote a Novel While Being a Full-Time Mom, https://medium.com, 8 April 2018

McKinzie Bean, How To Write A Book (Even If You’re A Busy Mom), https://momsmakecents.com, 26 Juli 2018

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *