19 September 2026

.

Oleh : Cahyadi Takariawan

.

Ramadhan adalah bulan kebaikan. Optimalkan semua waktunya,  jangan sampai terlewat begitu saja.

Salah satu produktivitas yang bisa dilaksanakan pada bulan Ramadhan adalah menulis dan membuat buku. Anda bisa membuat target tertentu,  misalnya menghasilkan banyak karya tulis yang layak untuk dipublikasikan atau dibukukan, selama Ramadhan. Atau bahkan berani mentarget yang lebih pasti, “menerbitkan satu buku selama Ramadhan”.

Jika Anda konsisten dan bersungguh-sungguh mengupayakan, insyaallah bisa menabung banyak tulisan yang bisa menjadi bahan buku. Bahkan bagi Anda yang benar-benar produktif menulis, sebulan bisa menghasilkan satu buku.

Sebulan Penuh Menulis Bahan Buku

Berikut saya pandu dengan beberapa langkah, bagaimana menghasilkan produktivitas menulis selama bulan Ramadhan.

Pertama, Tentukan Tema dan Jenis Buku

Pertama kali, tentukan tema dan jenis tulisan yang ingin anda hadirkan selama Ramadhan. Misalnya, apakah akan menulis fiksi atau nonfiksi. Kemudian, tema apa yang akan Anda tulis menjadi buku.

Masing-masing Anda bebas memilih tema maupun jenis tulisan, sesuai kecenderungan, minat maupun bakat Anda sendiri. Jangan bingung menentukan tema, sampai Ramadhan habis dan Anda tidak menulis satu naskah pun karena kebingungan menentukan tema.

Sangat banyak pilihan tema, pilih yang paling mudah bagi Anda, pilih yang paling cocok bagi Anda. Jika Anda sudah memiliki banyak tema, pilih satu saja tema untuk Anda tuliskan selama Ramadhan ini.

Misalnya, Anda memilih membuat buku kumpulan quotes inspirasi kebaikan selama Ramadhan. Tema buku Anda adalah pesan-pesan dan inspirasi kebaikan selama Ramadhan. Berjenis buku motivasi.

Kedua, Bikin Kerangka Buku

Outline adalah kerangka tulisan. Untuk sebuah buku yang akan Anda hasilkan, outline adalah kerangka yang mencerminkan logika keseluruhan isi buku tersebut sebelum Anda tulis.

Outline berfungsi untuk memberikan batasan. Mungkin sangat banyak hal yang ingin Anda tulis, namun dengan adanya outline, maka akan terbatasi bagian apa saja yang harus Anda tulis.

Ini penting bagi anda yang sering kebanjiran ide. Outline membuat anda disiplin menulis dengan batasan yang jelas, sehingga berbagai ide lain untuk sementara harus anda singkirkan.

Outline juga akan membantu Anda yang sering merasa kehilangan ide atau tidak memiliki ide. Bukankah outline ini anda buat sendiri, artinya anda dari awal sudah memiliki ide itu. Dengan adanya outline, maka anda akan menulis secara teratur, karena terbimbing oleh alur yang ada dalam outline tersebut.

Jika bentuk buku Anda adalah kumpulan quotes inspirasi kebaikan selama Ramdhan, maka kerangkanya sangat sederhana. Anda hanya perlu membuat list tema-tema besar inspirsi yang ingin Anda jadikan quotes.

Contoh:

  • quotes tentang kesabaran
  • quotes tentang keikhlasan
  • quotes tentang kesungguhan
  • quotes tentang perjuangan
  • dan lain sebagainya

Ketiga, Cari dan Kumpulkan Referensi

Setelah anda menetapkan tema dan membuat outline, maka Anda mengerti akan menulis apa saja untuk buku yang akan Anda terbitkan. Jika Anda merasa memerlukan rujukan, maka Anda bisa mengumpulkan terlebih dahulu.

Rujukan bisa berupa kitab klasik, buku, artikel, dokumen, data, bisa pula berbentuk hasil wawancara. Jika anda mencari referensi dari internet, pastikan Anda hanya mengakses web atau blog yang terpercaya.

Apakah menulis wajib menggunakan referensi atau daftar pustaka? Tentu saja tidak. Karena tergantung dari apa yang hendak Anda tulis, dan jenis tulisan yang hendak Anda wujudkan.

Proses mencari refrensi bisa Anda lakukan sambil menulis. Saat merasa memerlukan rujukan, Anda bisa langsung mencari pada saat itu juga. Dengan demikian waktu Anda efektif untuk menulis, dan tidak habis untuk mencari referensi.

Keempat, Tetapkan Waktu, Tempat dan Alat Menulis

Anda harus menetapkan waktu, tempat dan alat untuk menulis. Selama Ramadhan 1443 ini, jam berapa setiap harinya yang Anda alokasikan untuk menulis. Misalnya, Anda mengambil waktu jam 06.00 – 07.00 pagi setiap hari selama Ramadhan untuk menulis.

Ini waktu pokok, jika ternyata masih ada slot waktu yang bisa Anda gunakan untuk menulis lagi, maka itu bonus waktu. Misalnya malam hari usai tarawih dan tadarus, masih ada waktu jam 21.30 – 22.30 untuk menulis.

Ini definisi waktu menulis, saya ambil contoh, jam 06.00 – 07.00 dan jam 21.30 – 22.30 setiap hari. Berarti selama Ramadhan ini Anda mengalokasikan waktu 2 jam untuk menulis. Ini hanya contoh, masing-masing Anda memiliki keluangan atau kesempitan waktu yang berbeda-beda.

Kemudian, selama Ramadhan ini, di mana Anda akan menulis? Misalnya, di kamar, atau di teras belakang rumah, atau di ruang keluarga, atau dimanapun, definisikan secara spesifik. Saya ambil contoh, tempat di ruang keluarga.

Artinya, pada jam 06.00 – 07.00 dan jam 21.30 – 22.30 setiap hari, Anda harus berada di ruang keluarga di rumah Anda untuk menulis. Ini definisi tentang waktu dan tempat menulis.

Selanjutnya, dengan alat atau sarana apa Anda menulis selama Ramadhan ini? Coba definisikan, apakah Anda menggunakan komputer rumah, laptop, tablet, atau gadget. Terserah Anda.

Saya ambil contoh, Anda menulis menggunakan laptop merk A berwarna hitam. Inilah definisi alat atau sarana, bahwa selama Ramadhan ini, Anda akan selalu menggunakan laptop hitam merk A milik Anda, untuk menulis.

Jadi, setiap hari jam 06.00 – 07.00 dan jam 21.30 – 22.30, Anda harus berada di ruang keluarga, menghidupkan laptop hitam merk A, dan menulis. Ini menjadi komitmen yang harus Anda ciptakan sendiri. Ini hanya contoh dari saya. Sekarang, definisikan sendiri oleh Anda, dan isilah sendiri:

Tiga poin di atas adalah komitmen Anda sendiri. Terdiri atas komitmen waktu, komitmen tempat dan komitmen alat. Mengapa perlu mendefinisikan ketiga aspek tersebut? Karena ketiganya akan menciptakan ‘asosiasi menulis’ dalam diri Anda, yang juga bisa membangun spirit serta habit menulis.

Jika Anda disiplin dengan tiga aspek komitmen tersebut, maka setiap kali Anda bertemu waktu menulis tersebut, Anda akan merasa ditagih dan diingatkan untuk menulis.

Kelima, Segera Kerjakan, Jangan Beralasan

Setelah memiliki outline tulisan, apalagi sudah mengumpulkan rujukan, segeralah menuliskan. Jangan menunda lagi, segeralah mulai menulis bagian demi bagian. Outline (terutama jenis nonfiksi) membuat Anda bisa memulai menulis dari bagian manapun yang Anda anggap paling mudah.

Disiplinkan menulis pada jam tersebut, seperti apapun kondisi Anda. Jangan mencari-cari alasan dan pembenaran untuk tidak menulis pada jam yang sudah Anda tentukan tersebut. Kelola semua kesibukan Anda, agar pada jam yang sudah Anda tetapkan untuk menulis, tidak dikalahkan oleh kesibukan yang lain.

Jangan beralasan. Intinya, tetaplah menulis pada jam yang sudah Anda tetapkan untuk menulis, seperti apapun kondisi Anda. Jangan memudahkan untuk tidak menulis pada jam yang sudah Anda tetapkan untuk menulis.

Sekali Anda memberi toleransi untuk tidak menulis pada jam yang sudah Anda tetapkan, maka Anda akan semakin mudah untuk memaklumi kosongnya halaman buku Anda pada hari-hari yang lainnya. Makin lama makin sering tidak menulis, sampai sebulan tidak ada tulisan apapun yang anda hasilkan, dan buku anda tetap kosong.

Keenam, Fokus Menulis, Bukan Mengedit

Waktu Anda selama Ramadhan pendek, hanya 30 hari, dan sudah terbagi untuk berbagai macam aktivitas ibadah dan kebaikan. Maka pada waktu yang sudah Anda tentukan, fokuslah hanya menulis sesuai kerangka yang sudah Anda tetapkan.

Jangan tergoda untuk mengedit tulisan. Begitu Anda mulai tergoda mengedit tulisan, biasanya di sini letak keterlenaan yang menghabiskan sangat banyak waktu. Ingat, tugas Anda selama Ramadhan adalah menulis, sesuai target yang telah ditetapkan sejak awal.

Tulis semua bahan sampai selesai, sampai Anda merasa sudah menuangkan semua pikiran atau ide ke dalam tulisan. Jangan berhenti untuk mengedit. Sekali Anda berhenti untuk mengedit, Anda bisa menghabiskan sangat banyak waktu untuk urusan ini. Dampaknya, Anda kehabisan waktu untuk proses kreatif menuangkan ide ke dalam tulisan.

Kapan Anda harus mengedit? Jika semua bahan sudah Anda tuliskan. Tidak harus dilakukan saat Ramadhan, editing bisa Anda lakukan usai Ramadhan nanti, karena justru bagian ini yang lebih sulit dan lebih rumit. Editing bisa memakan waktu lebih lama dibanding proses menulis itu sendiri.

Ingat ya, fokus hanya menulis, selama Ramadhan. Bukan mengedit. Gunakan waktu yang sudah Anda alokasikan, hanya untuk menulis —bukan mengedit. Oke?

Demikianlah beberapa tips praktis agar bisa konsisten dan fokus menulis selama bulan Ramadhan. Semoga Allah berikan kemudahan, kelancaran dan keberkahan dalam aktivitas menulis selama bulan Ramadhan ini hingga mampu menghasilkan satu buku mandiri, karya Anda sendiri. Aamiin.

1 thought on “Menulis Satu Buku Selama Ramadhan, Mau?

  1. Aamiin. Insyaallah berusaha mengalokasikan untuk selalu menulis hingga akhir ramadan. Syukran katsira ustadz Cahyadi Takariawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *