20 September 2026

.

Oleh : Cahyadi Takariawan

Exercise invigorates the body and sharpens the mind” –Michael Crichton.

.

Ada berbagai kebiasaan para penulis dalam menghasilkan karya tulis terbaik mereka. Sebagian kebiasaan tersebut sangat positif sehingga bisa kita tiru dalam kehidupan menulis. Namun ada sebagian kebiasaan yang sangat destruktif, maka jangan pernah mencoba menirunya.

Novelis Honore de Balzac, misalnya, ia memiliki habit menulis yang tidak positif. De Balzac tidak bisa menulis jika tidak minum kopi. Ia biasa tidur sekitar pukul 18.00, dan terbangun sekitar pukul 01.00 dini hari, lalu mulai menulis. Konon, Honore de Balzac minum sekitar 50 cangkir kopi setiap hari. Di akhir hidupnya, ia keracunan kopi.

Penulis novel “Fear and Loathing in Las Vegas” (1972), Hunter S. Thompson, memiliki habit yang lebih mengerikan lagi. Ia memulai aktivitas dari jam 15.00 dengan menenggak Chivas Regal, lanjut cocain, minum Chartreuse, cocain lagi, acid, dan cocain lagi. Thompson meninggal dunia pada 20 Februari 2005 dengan luka tembak di kepala. Dikabarkan ia bunuh diri.

Contoh kebiasaan destruktif seperti itu tentu tidak untuk kita tiru. Penulis bisa produktif berkarya dengan cara-cara yang sehat. Kita bisa meniru kebiasaan sehat para penulis produktif.

Membangun Kebiasaan Sehat dalam Menulis

Step away from the desk, but don’t forget to come back” –Audrey Kalman, 2017.

Audrey Kalman (2017) memberi saran, jika Anda telah asyik menulis di meja, harus memiliki batasan waktu, kapan harus menjauh dari meja itu. Namun akan segera kembali lagi untuk meneruskan tulisan. “Pergi dari meja kerja Anda, namun jangan lupa untuk kembali”, ujar Kalman.

Novelis asal Jepang, Haruki Murakami memiliki kebiasaan yang sehat dalam menciptakan karya. “Ketika saya masuk dalam proses menulis sebuah novel”, ujar Murakami, “saya bangun jam empat pagi dan bekerja selama lima hingga enam jam”. Ini menjadi aktivitas rutin yang dilakukan Murakami jika sedang menulis novel.

“Pada sore hari, saya berlari sejauh sepuluh kilometer atau berenang sejauh seribu lima ratus meter –atau melakukan keduanya, kemudian saya membaca dan mendengarkan musik. Saya tidur jam sembilan malam,” ungkap Murakami. Ia rutin berolah raga, lari sepuluh kilometer atau berenang seribu limaratus meter, atau keduanya.

Kendati Anda sangat ingin menulis banyak hal, namun harus bisa membatasi diri. Ada porsi untuk istirahat, ada porsi untuk olah raga, ada porsi untuk keluarga serta untuk kegiatan sosial kemasyarakatan. Setiap hari Anda perlu menetapkan batasan minimal maupun maksimal, sesuai kondisi dan situasi masing-masing.

Para penulis dunia memiliki batasan untuk jumlah menulis harian mereka. Tom Wolve menulis sehari 135 kata. Ernest Hemingway menulis sehari 500 kata. Sarah Waters menulis sehari 1.000 kata. Jack London menulis sehari 1.500 kata.

Mark Twain menulis sehari 1.800 kata. Stephen King menulis sehari 2.000 kata. Anne Rice menulis sehari 3.000 kata. Michael Crichton menulis sehari 10.000 kata. Anda, menulis berapa kata setiap harinya?

Menyegarkan Tubuh, Membeningkan Pikiran

Exercise invigorates your body, it sharpens your mind, and it gives you, often, a new jolt of inspiration when you sit back down to continue writing” –Brian Rowe, 2019.

Habit menulis yang sehat adalah apabila menjaga keseimbangan. Ada hak-hak yang harus kita tunaikan dalam kehidupan. Jangan pernah mengabaikan hak mata untuk diistirahatkan, demikian pula hak pikiran, hak badan, hak kemasyarakatan. Semua perlu dijaga pemenuhannya.

Brian Rowe (2019) mengajak kita mendapatkan habit menulis yang positif dari Michael Crichton, penulis Jurassic Park dan karya spektakuler lainnya. Crichton menyarankan agar para penulis melakukan latihan fisik untuk menyegarkan tubuh dan menajamkan pikiran.

Rowe menceritakan pengalaman menulisnya. “Konsentrasi saya mulai memudar ketika berjam-jam menulis tanpa henti, tanpa istirahat, tanpa berjalan-jalan atau berlari di siang hari”, ujar Rowe.

“Latihan fisik akan menyegarkan tubuh Anda, mempertajam pikiran Anda, dan sering kali memberi Anda dorongan inspirasi baru ketika kembali duduk untuk menulis”, sambung Rowe.

Selanjutnya, Rowe menceritakan pengalaman pribadi dalam proses menulis. Ia membagi proses menulis menjadi dua bagian.  “Saya menghabiskan tiga sampai empat jam di pagi hari untuk menulis novel baru. Kemudian pada sore dan malam hari saya menulis naskah untuk blog Medium”.

Di antara dua periode menulis Rowe menyediakan waktu sekitar satu jam untuk berolahraga. “Saya olah raga dengan berlari di sekitar lingkungan saya, atau pergi ke gym terdekat”, ujar Rowe. Ini adalah kebiasaan yang dibangunnya dalam menciptakan keseimbangan dan kesehatan.

If you write, I suggest at least thirty minutes of exercise a day. It can be a hard work-out, or it can just be a walk down the block and back. Just make sure you take the occasional break and work your body the same way you work your mind” –Brian Rowe, 2019.

“Saya perlu latihan fisik untuk membuat saya terus produktif. Itu menenangkan pikiran, menjauhkan diri dari layar komputer sebentar, dan akhirnya membuat saya terinspirasi untuk terus melakukannya di lain hari”, sambung Rowe.

Untuk para penulis, Brian Rowe menyarankan agar rutin berolahraga setidaknya tiga puluh menit sehari. “Pastikan Anda mengambil istirahat yang cukup, dan melatih tubuh dengan cara yang sama seperti Anda melatih pikiran”, ungkap Rowe.

Bahan Bacaan

Audrey Kalman, Five Habits to Keep Your Writing Fresh, www.diymfa.com, 25 Agustus 2017

Brian Rowe, 3 Quotes by Michael Crichton to Make You a Better Writer, https://medium.com, 19 Juni 2019

Chris Robley, 5 Ways to Stay Physically Healthy While You Write, https://blog.bookbaby.com, 10 April 2013

Elizabeth Blair, Writer Hunter S. Thompson Commits Suicide, https://www.npr.org, 21 Februari 2005

James Clear, The Daily Routines of 12 Famous Writers, https://jamesclear.com

Nick Greene, Saya Meniru Kebiasaan Penulis Terkenal Supaya Ikutan Sukses, Hasilnya Ambyar, www.vice.com, 22 Januari 2018

Tan Muda, Saya Menyesap Kopi, Maka Saya Ada! www.medium.com, 31 Agustus 2019

.

Ilustrasi : https://www.activekids.com/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *