20 September 2026

.

Oleh : Cahyadi Takariawan

“Before writing, it is important to have an idea of how many words you want your article to be, how many articles you want to write, how many hours you want to spend on that article, and how soon you want the article to be completed” –Bamidele, 2021.

.

Bamidele (2021) seorang penulis dan bloger menyatakan, jika Anda dapat menyelesaikan pekerjaan yang sama dalam waktu kurang dari setengah waktu yang biasanya diperlukan, Anda akan dapat melakukan hal-hal lain yang lebih produktif pada setengah waktu yang tersisa.

Bamidele mengaku menulis rata-rata 4 hingga 5 postingan setiap hari. Bahkan pada hari-hari terbaik, ia mampu menulis total 7 artikel. “Saya dapat meningkatkan jumlah artikel yang saya tulis rata-rata setiap hari menjadi sekitar 10, dan saya menulis lebih banyak lagi pada hari-hari terbaik saya tanpa penurunan dari segi kualitas”, ungkap Bamidele.

Bamidele berbagi tips untuk meningkatkan produktivitas menulis. Tentu saja tidak semua tips akan tepat bagi kita. Namun penting bagi kita untuk belajar dari orang yang telah berhasil membuktikan dirinya mampu meningkatkan produktivitas menulis.

Mari kita simak beberapa tips penting dari Bamidele, dari pengalaman pribadinya. Bisa kita ambil yang cocok dan relevan untuk diri kita.

Tips # 9 – Miliki Target Jangka Pendek dan Jangka Panjang

“My best days are those days that I start with an idea of how many articles I want written, because no matter how tough that day seems, or no matter unproductive I feel, I don’t stop until I have that number of articles written” –Bamidele, 2021.

Bamidele mengamati, hal yang membantu dirinya produktif menulis adalah memiliki target sebelum membuat tulisan. Sebelum menulis, miliki target jumlah kata atau karakter yang hendak Anda tuangkan dalam artikel setiap. Berapa artikel yang ingin Anda tulis hari ini? Berapa jam waktu yang ingin Anda luangkan untuk menulis semua artikel?

Bamidele merasa memiliki “hari-hari terbaik” di mana ia memulai dengan target jumlah artikel yang ingin ditulis. Tidak peduli seberapa berat hari itu, ia tidak berhenti menulis sampai mencapai target jumlah artikel yang harus ditulis.

Baginya, mendisiplinkan diri sendiri sangat penting ketika ingin lebih produktif. Tetapi akan sulit untuk disiplin ketika tidak memiliki target. Ketika menetapkan target, kita bisa memiliki disiplin yang terukur. Kita bisa memperkirakan keperluan sumber daya untuk mencapai target yang sudah ditetapkan.

“Disciplining yourself is very important when trying to be more productive, but of what point is discipline when there is no goal? When you know what goals you are aiming towards, it becomes very easy for you to discipline yourself towards making it possible” –Bamidele, 2021.

Miliki Tujuan Realistis dan Tujuan Idealis

“It is important to have goals. Goals feed the motivation, and the motivation is what drives us to reach whatever it is we want. But to set up goals (and achieve them) can be really hard” –Kylie Day, 2016.

Saya ingin menambahkan hal penting dalam mencapai produktivitas menulis. Selain menetapkan target teknis harian, penting pula menetapkan target serta tujuan yang lebih berjangka panjang.

“Personally, I have two separate lists of goals when it comes to my own writing-goals. One is all about realistic goals.. The other list is what I call the ‘List of Dreams’” –Kylie Day, 2016.

Kylie Day sharing pengalaman pribadinya, bahwa ia memiliki dua tujuan yang terpisah. Yang pertama adalah “tujuan realistis”, yang diyakini dapat dicapai dengan kesungguhan. Misalnya, menulis sekian kata atau karakter setiap hari, mengedit sekian halaman dalam sehari, menerbitkan sekian buku dalam setahun, dan lain-lain.

Yang kedua adalah “daftar mimpi” atau tujuan idealis. Kylie menetapkan tujuan yang mungkin tidak terlalu realistis tetapi sesungguhnya benar-benar bisa dicapai apabila bekerja lebih keras dan tetap fokus. Misalnya, ingin memiliki ruang kerja menulis dengan pemandangan kota Manhattan, tulisannya masuk daftar The New York Times Best Seller, salah satu novel menjadi skenario film Hollywood, dan lain-lain.

Kylie merasa penting untuk memiliki “daftar mimpi” ini, karena akan menginspirasi dirinya setiap kali melihat daftar tersebut. Inspirasi adalah bahan bakar untuk api semangat menulisnya setiap hari.

“It’s important for me to have this “List of Dreams” because it inspires me every time I look at it, and inspiration is the fuel to my fire” –Kylie Day, 2016.

Miliki Kejelasan Proses dan Langkah

“Write down all the goals you want to achieve with your writing and writing-career, both realistic and those that are far away dreams. Ask yourself what you really want, and write them down” –Kylie Day, 2016.

Kylie Day (2016) menyarankan pentingnya mendefinisikan tujuan, serta cara mencapai tujuan tersebut. Kejelasan tujuan adalah bagian dari syarat mencapai produktivitas dalam menulis. Menurutnya, ada enam hal penting untuk mencapai produktivitas menulis.

  1. Rumusan target / tujuan yang jelas. Anda perlu mendefinisikan apa yang ingin Anda capai dan apa yang diperlukan untuk mencapainya.
  2. Ambisi. Anda harus benar-benar memiliki ambisi untuk mencapai tujuan, karena jika tidak memiliki ambisi, menandakan itu bukan tujuan yang penting.
  3. Disiplin dan stamina. Anda harus memiliki disiplin serta stamina yang kuat untuk mencapai tujuan.
  4. Program tertulis. Anda perlu memiliki rencana tindakan praktis bagaimana mencapai tujuan tersebut secara tertulis.
  5. Rutinitas. Semua tindakan untuk mencapai tujuan harus masuk dalam agenda rutinitas harian Anda.
  6. Evaluasi berkelanjutan. Anda perlu melakukan evaluasi dan monitoring tindakan Anda untuk melihat apakah telah semakin dekat mencapai tujuan.

“One thing I’ve noticed have worked for me is to write them down and hang them up somewhere where I can see them every day. This gives me daily motivation to work towards achieving my goals” –Kylie Day, 2016.

Kylie menyarankan langkah-langkah yang lebih praktis untuk menuangkan target / tujuan menulis tersebut. Pertama kali, tuliskan semua target / tujuan baik yang realistis maupun yang idealis. Tanyakan kepada diri sendiri, apa yang sebenarnya Anda inginkan. Ini dimaksudkan untuk pemetaan pikiran.

Setelah selesai menuliskan semua tujuan, fokus kepada yang paling Anda inginkan saat ini. Anda dapat memiliki satu atau banyak tujuan. Pindahkan ke kertas baru atau file baru, menjadi daftar yang akan difokuskan.

Setelah memilih beberapa tujuan sebagai fokus saat ini, print out tujuan tersebut, dan gantungkan di tempat yang mudah Anda lihat setiap hari. Cara ini memberinya motivasi harian untuk bekerja mencapai tujuan. Menurut Kylie, meskipun hal ini tampak sangat sederhana, namun memiliki nilai yang sangat penting.

“If you write down concrete goals, your brain will remember them and you will have a bigger chance of actually achieving them. That’s what we all want, right?” –Kylie Day, 2016.

 “Jika Anda menuliskan tujuan yang jelas, otak Anda akan mengingatnya dan Anda akan memiliki peluang lebih besar untuk benar-benar mencapainya”, ungkap Kylie.

Formula SMART untuk Menetapkan Tujuan

Setelah memiliki daftar tujuan yang ingin Anda capai, sekarang saatnya mulai bekerja untuk mewujudkan. Menurut Kylie, Anda perlu merumuskan tujuan dengan jelas. Salah satu cara untuk merumuskan tujuan adalah dengan menggunakan formula SMART.

S — Specific / Spesifik

M — Measurable / Terukur

A — Achievable / Dapat dicapai

R — Realistic / Realistis

T — Time-based / Berbasis waktu

Tujuan Anda harus dirumuskan sespesifik mungkin. Anda perlu menjawab beberapa pertanyaan, seperti, apa yang ingin saya capai? Mengapa saya ingin mencapai ini, dan mengapa ini penting bagi saya? Apa saja persyaratan untuk mencapainya? Apa kendala untuk mencapainya?

Tujuan Anda harus terukur. Anda perlu menjawab beberapa pertanyaan, seperti: Kapan saya akan mulai bekerja? Bagaimana mengukur kemajuan saya? Bagaimana cara mengetahui bahwa saya telah mencapai tujuan?

Tujuan Anda harus dapat dicapai. Anda perlu menjawab beberapa pertanyaan,  seperti: Benarkah saya bisa mencapai tujuan ini? Bagaimana tujuan itu dapat dicapai?  Dapatkah saya memecahnya menjadi langkah-langkah yang lebih praktis? Langkah praktis apa yang harus saya lakukan?

Tujuan Anda harus realistis. Anda perlu menjawab beberapa pertanyaan, seperti:  Apakah tujuan saya sulit untuk dicapai? Atau justru terlalu mudah? Apakah ini tujuan yang berharga? Apakah ini waktu yang tepat bagi saya untuk mencapai tujuan?  Apakah saya memiliki sumber daya yang memadai untuk mencapai tujuan saya?

Tujuan Anda harus berbasis waktu agar Anda dapat mengontrol cara mencapai tujuan. Anda perlu menjawab beberapa pertanyaan, seperti: Kapan saya harus menghabiskan waktu untuk mencapai tujuan? Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan? Kapan tenggat waktu saya?

Ketika berhasil menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan detail, Anda akan memiliki tujuan yang semaki jelas. Dengan kejelasan rumusan tujuan akan lebih mudah untuk dicapai daripada tujuan yang masih melekat di kepala.

Bahan Bacaan

Bamidele, 10 Productivity Tips for Writers, https://www.writersincharge.com, diakses pada 28 Agustus 2021

Kylie Day, How To Set Clearly Formulated Goals for Your Writing and How to Achieve Them? https://thewritingkylie.com, 20 Desember 2016

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *