19 September 2026

.

Ayuk Menulis Buku Antologi – 4

Oleh : Cahyadi Takariawan

.

Untuk tujuan apakah buku antologi dibuat? Definisi tujuan ini sangat penting, karena akan memengaruhi proses pembuatannya. Untuk itu, tujuan harus ditentukan sejak awal.

Ada sangat banyak tujuan, mengapa buku antologi dibuat. Berikut beberapa jenis tujuan pembuatan buku antologi.

  • Tujuan Kebersamaan

Ada buku antologi yang dibuat untuk tujuan merajut kebersamaan. Pada zaman modern ini, sangat banyak komunitas yang merajut kebersamaan melalui bentuk buku antologi. Jadi, bukan hanya ngumpul, ngobrol, ngopi, namun juga ada karya tulis yang bisa dilahirkan bersama.

Sebagai contoh, satu angkatan sekolah, atau satu angkatan kuliah, atau satu angkatan pendidikan. Mungkin juga satu angkatan haji, atau satu angkatan umrah. Mereka bersepakat mengabadikan kenangan kebersamaan melalui buku antologi. Setiap peserta menulis satu artikel pendek, dengan tema yang telah dsepakati.

Karena tujuannya adalah untuk merajut kebersamaan, maka yang lebih dipentingkan adalah kesertaan pihak dimaksud. Bukan soal kualitas tulisan, bukan soal isi tulisan. Tentu saja mereka memiliki kemampuan menulis yang sangat beragam, Bahkan ada yang tidak pernah menulis sama sekali sebelumnya.

Buku antologi seperti ini dicetak sesuai jumlah penulis. Jika satu angkatan berjumlah 100 orang, maka buku dicetak untuk 100 orang, dibiayai bersama. Tidak untuk diperjualbelikan, tidak untuk kepentingan profit.

  • Tujuan Pembelajaran

Ada buku antologi yang dibuat untuk tujuan pembelajaran. Hal ini lazim dilakukan di kelas-kelas menulis. Dibuatnya buku antologi agar semua peserta memiliki pengalaman untuk menciptakan karya tulis berupa buku. Ditulis secara bersama-sama oleh semua peserta.

Karena tujuannya adalah belajar, maka yang lebih dipentingkan adalah proses kesertaan dari para peserta kelas. Mereka belajar menulis, belajar mengungkapkan pemikiran, pengalaman, ide, pendapat, gagasan, wawasan atau perasaan.

Para peserta juga belajar memenuhi ketentuan dalam pembuatan karya tulis. Sejak dari jenis tulisan, ukuran / panjang tulisan, dead line pengumpulan tulisan, serta ketentuan teknis lainnya.  Bahkan belajar toleransi dan tenggang rasa, karena peserta memiliki tingkat kemampuan menulis yang berbeda-beda.

Buku antologi dicetak sesuai jumlah peserta. Tidak untuk diperjualbelikan secara luas, dan juga tidak untuk mencari keuntungan profit.

  • Tujuan Dokumentasi

Ada buku antologi yang bertujuan untuk mendokumentasikan sesuatu sejarah, kejadian, ataupun pemikiran. Misalnya sebuah Pondok Pesantren, agar sejarah pendirian dan visi para pendiri bisa dipahami generasi penerus, maka ditulislah buku antologi.

Beberapa orang ditugasi menulis profil Pondok Pesantren tersebut, sejak awal berdiri hingga kondisi saat ini. Sejarah, visi, misi, cita-cita, pengorbanan para pendiri akan terdokumentasikan dengan baik. Diharapkan para pengelola Pondok tersebut dari waktu ke waktu selalu mengacu kepada garis perjuangan para pendahulu.

Contoh lainnya, untuk tujuan dokumentasi kejadian pandemi covid-19, bisa dibuat kajian ilmiah melibatkan banyak sudut pandang. Maka dibuatlah buku antologi dari sepuluh orang ahli, misalnya, yang meninjau dari berbagai sisi. Dengan dibuat tulisan dan dibukukan, pandemi akan menjadi catatan sejarah yang bisa diambil pelajaran pentingnya untuk generasi yang akan datang.

  • Tujuan Ilmiah

Ada buku antologi yang dibuat untuk tujuan ilmiah. Pada bidang keilmuan kesehatan, misalnya, dibuat buku antologi tentang cara pencegahan dan penyembuhan Covid-19. Ditinjau dari beberapa segi medik, sejak teoritis hingga tindakan praktis. Buku ditulis beberapa orang pakar, ditujukan untuk menjadi rujukan akademis bagi para pengambil kebijakan.

Pada bidang sosial, dibuat buku antologi tentang perubahan sosial masyarakat akibat pandemi. Beberapa ahli ilmu sosial menulis tentang kajian strategis dari sudut pandang sosilogi maupun sosiatri, terkait pola perubahan yang terjadi pada masyarakat selama pandemi. Kajian dimaksudkan untuk memberi masukan kepada Pemerintah dan DPR dalam memprediksi kondisi Indonesia lima tahun dari sekarang.

Untuk buku antologi yang bercorak ilmiah atau akademik seperti ini, penulisnya benar-benar dipilih. Sesuai dengan keahlian atau kepakaran yang diperlukan, karena bertujuan untuk dijadikan masukan atau bahkan pedoman pengambilan keputusan.

  • Tujuan Profit

Ada buku antologi yang dibuat dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan finansial. Misalnya, beberapa orang bersepakat untuk menulis bersama dan melakukan penjualan buku secara bersama, dengan harapan mendapat keuntungan yang bisa dinikmati bersama. Mereka terdiri dari para penulis yang memang sudah ahli, sehingga kualitas tulisannya bisa relatif sebanding antara satu dengan yang lain.

Mereka memulai dengan riset pasar. Tema apa yang paling diminati pembaca. Kemudian merumuskan jabaran dari tema besar menjadi sub-sub tema untuk ditulis. Masing-masing penulis mendapat jatah menuliskan sub tema tertentu.

Selanjutnya naskah mengalami penyuntingan hingga akhirnya terbit menjadi sebuah buku antologi. Sistem pemasaran dan penjualan telah mereka sepakati bersama, pola pembagian keuntungan juga telah disepakati sebelumnya.

Menulis buku antologi untuk kepentingan profit, juga bisa dilakukan oleh suatu lembaga. Misalnya lembaga pendidikan. Dalam rangka menghimpun dana pembangunan, mereka menulis buku antologi yang dijual secara luas. Seluruh keuntungan, disumbangkan untuk kepentimgan lembaga pendidikan tersebut.

Buku antologi yang tujuannya profit, harus memasukkan pertimbangan ‘profitable’, baik dari segi tema, kualitas penulis, tampilan buku, maupun sistem penjualan. Artinya, sangat serius dalam mengemas kehadiran buku, agar tujuan profit tercapai sesuai target.

Tetapkan Tujuan

Masih banyak tujuan-tujuan lain dalam pembuatan buku antologi. Yang paling penting, tujuan harus ditetapkan sejak awal. Dengan mengetahui tujuan, akan menentukan proses pembuatan.

Jika tujuannya untuk akademik, berarti harus melibatkan para penulis dan menghadirkan kualitas tulisan akademik. Tidak boleh sembarangan dalam menulis, karena akan menjadi rujukan pengambilan keputusan, atau menjadi rujukan akademik dalam pengajaran.

Jika tujuannya profit, harus tepat memilih tema yang bisa mengangkat penjualan, memilih penulis, serta cermat dalam penampilan buku. Isi dan kemasan buku harus benar-benar berkualitas, agar layak jual.

Jika tujuannya adalah untuk mengikat kebersamaan, yang paling penting adalah terlibatnya semua pihak. Misalnya ikatan alumni, atau komunitas –semua alumni atau anggota komunitas bisa terlibat dalam penulisan naskah antologi. Bukan soal kualitas tulisan ataupun bagusnya penampilan.

Nah, untuk apa Anda membuat buku antologi? Tetapkan dulu tujuannya.

2 thoughts on “Untuk Apa Membuat Buku Antologi?

  1. Tujuan saya membuat buku Antologi adalah untuk pembelajaran dan sebagai batu loncatan dalam pembuatan buku solo. Syukran ust. Cahyadi Takariawan

  2. Tujuan saya membuat buku Antologi adalah untuk pembelajaran dan sebagai batu loncatan dalam pembuatan buku solo. Syukran ust. Cahyadi Takariawan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *