.
Oleh : Cahyadi Takariawan
”A creative life is an amplified life. It’s a bigger life, a happier life, an expanded life, and a hell of a lot more interesting life. Living in this manner –continually bringing forth the jewels that are hidden within you—is a fine art, in and of itself” –Elizabeth Gilbert
.
Rutin menulis membuat kehidupan Anda semakin kreatif. Ada sangat banyak ide dan inspirasi selalu muncul di sepanjang kehidupan Anda. Itulah hidup yang menyenangkan, seperti diungkapkan Elizabeth Gilbert.
Sayangnya, sangat banyak godaan dan gangguan setiap kali Anda akan memulai sesi menulis. Ada saja alasan yang membuat Anda dengan mudah membatalkan sesi menulis di hari itu. Bahkan, menurut Blake Powell (2017), menemukan meja untuk menulis, adalah sebuah perjuangan besar.
“The truth is, you’re fighting a war you don’t even know about. Because every single time you choose to sit down and write, you put yourself straight onto the war-path and into harm’s way” –Blake Powell, 2017
Sebagaimana telah saya jelaskan dalam postingan sebelumnya, sebelum Anda menulis, Anda telah menghadapi medan pertempuran. Di saat menulis, pertempuran itupun berlangsung sengit. “Setiap kali Anda memilih untuk duduk dan menulis, Anda menempatkan diri Anda langsung di jalur perang dan jalur bahaya”, ujar Powell.
Sebelum Anda mulai menulis, pikiran Anda telah diserang oleh berbagai keraguan dan rasa tidak percaya diri. Antara ingin menulis, namun disergap rasa malu. Antara ingin sharing, dengan ketakutan mendapat kritik dan komentar negatif.
“Even getting to the table and writing is a struggle in itself” –Blake Powell, 2017
“Belum sempat Anda menyadarinya, tiga puluh menit telah berlalu, dan yang Anda lakukan hanyalah menjelajahi Facebook tanpa menulis apapun”, ujar Powell. Itulah peperangan sengit di setiap Anda memulai menulis.
Jika Anda tidak mengatasi rintangan dalam pikiran Anda sendiri, Anda akan terus menerus diserang gangguan yang tak ada habisnya. Bagian terburuknya adalah, “interupsi konstan” ini akan membunuh kemampuan menulis Anda dan membunuh kreativitas Anda.
“Then, before you even start writing, your mind becomes assailed by the self-doubt and the loathing. And before you know it, thirty minutes have gone by and all you’ve done is surf Facebook aimlessly instead of writing like you told yourself you would” –Blake Powell, 2017
Jika Anda mengizinkan diri untuk dikuasai “para penjajah” yang leluasa memenangkan peperangan setiap hari, Anda tidak akan menulis apapun. Kalahkan para penjajah pikiran Anda itu. Tetaplah menulis, meski Anda ingin berhenti menulis.
Bagaimana Agar Tetap Menulis di Saat Anda Ingin Berhenti Menulis?
Ada sangat banyak cara efektif untuk membuat Anda tetap menulis, meskipun Anda ingin berhenti menulis. Berikut beberapa alternatif cara.
- Paksakan Diri untuk Menulis
Pada hari-hari di mana Anda enggan menulis, paksakan diri untuk tetap menulis. Tuliskan satu paragraf atau bahkan satu kalimat saja. Tidak masalah. Namun Anda telah berhasil mengalahkan para penjajah pikiran.
Memaksa diri untuk tetap menulis adalah langkah penting yang harus Anda tempuh. “Karena hari-hari berat seperti itu akan mendefinisikan hidup Anda sebagai seorang penulis”, ujar Powell.
“If you’re not fighting against the obstacles in your own mind, you’re battling against the endless distractions around you” –Blake Powell, 2017
- Hukum Diri Sendiri
Jika Anda kalah oleh para penjajah pikiran, hingga Anda tidak menulis satu kalimatpun pada sebuah hari, segera hukum diri sendiri. Jangan beri ampun kekalahan yang membuat Anda tidak menulis pada sebuah hari.
Sekali Anda ampuni, kekalahan itu akan berulang dan berulang lagi. Hukum diri dengan menunda kesenangan, agar Anda jera melakukan pelanggaran.
“The worst part is, these constant interruptions are killing your ability to write and be creative in your work” –Blake Powell, 2017
- Buat Postingan Berseri
Salah satu cara ‘menantang’ adalah membuat postingan berseri. Jika Anda memosting tulisan pendek setiap hari, dalam judul “30 Kebiasaan Positif”, maka Anda akan dipaksa untuk menghadirkan 30 tulisan terkait kebiasaan positif tersebut. Anda akan ditanya banyak orang saat berhenti atau tidak menuliskan lagi.
Selesai satu serial, ciptakan serial berikutnya. Cara ini adalah untuk bertahan dan ganti menyerang para penjajah. Anda akan mendapat banyak dukungan dari para pembaca serial yang Anda ciptakan.
“If you can’t write on the hard days, you’ll never write on the good ones” –Blake Powell, 2017
- Tulis Sesuatu yang Anda Sukai
Tentu ada banyak hal yang Anda sukai dalam hidup ini. Apapun itu. Menulis yang paling mudah adalah tentang hal-hal atau orang-orang yang Anda sukai. Di saat Anda diserang penjajah pikiran yang memaksa Anda berhenti menulis, tulislah hal yang Anda sukai dalam hidup.
Anda boleh menulis tentang apa saja. Boleh tentang makanan, minuman, pakaian, hobi, kegiatan, binatang, atau apa saja yang Anda sukai. Ini akan terasa mudah dan ringan bagi Anda, karena menyangkut sesuatu yang menyenangkan dalam hidup Anda.
“It’s impossible to win every battle in a war. The key to being an effective writing warrior, however, is setting yourself up to win as much as you can” –Blake Powell, 2017
- Tulis untuk Diri Anda Sendiri
Jika para penjajah pikiran itu tetap datang menyerang, tulislah sesuatu untuk diri sendiri. Anda tidak harus menulis untuk diposting. Anda cukup menulis memo untuk diri sendiri pada hari itu. Sebuah nasehat dan pengingat untuk diri sendiri.
Misalnya Anda tulis, “Kekalahanku hari ini, harus aku tebus dengan menulis 10 kali lipat dari target pada esok hari”. Nah, Anda sudah menulis. Tidak perlu memosting di media manapun. Cukup Anda simpan di gadget atau laptop. Namun Anda telah menulis satu kalimat.
Menangkan Sebanyak Mungkin Peperangan
Menurut Powell, “Jika Anda tidak dapat menulis pada hari-hari yang sulit, maka Anda tidak akan bisa menulis pula pada hari-hari yang baik”. Powell mengingatkan, Anda tidak mungkin memenangkan seluruh peperangan. Sebagai manusia biasa, tentu ada saat di mana Anda akan mengalami kekalahan.
Kunci untuk menjadi pejuang menulis yang efektif, adalah mempersiapkan diri untuk memenangkan peperangan sebanyak-banyaknya. Jangan izinkan Anda selalu menerima kekalahan setiap hari. Berjuanglah untuk mengalahkan para penjajah pikiran.
Selamat menulis, selamat berjuang mengalahkan para penjajah pikiran.
Bahan Bacaan
Blake Powell, How to Be Unstoppable and Write Every Day, 26 Mei 2017, https://writingcooperative.com/
.
Ilustrasi : https://copywritercollective.com/
