.
Oleh : Cahyadi Takariawan
“If you put in the work, you’re a writer. If you make time to write, you’re a writer” – Mel Lee-Smith
.
Saya sering ditanya oleh peserta Kelas Menulis Online (KMO) Basic, kapankah seseorang bisa disebut sebagai seorang penulis? Apakah ketika tulisannya sudah bagus? Apakah ketika tulisannya sudah muncul di koran? Apakah ketika sudah menulis buku?
Menjadi penulis bukanlah hal yang sulit dan rumit. Tidak ada ketentuan atau peraturan yang bisa digunakan sebagai acuan, kapan seseorang disebut sebagai penulis. Berbeda dengan gelar dokter, doktor, profesor, psikolog, akuntan, dan lain sebagainya.
Hanya ada satu cara untuk menjadi penulis, yaitu dengan menulis. Berapapun langkah yang harus ditempuh untuk menjadi penulis, mau tiga, lima, atau tujuh langkah, semua berisi poin yang sama. Yaitu (1) menulis, (2) menulis, (3) menulis, (4) menulis, dan (5) menulis.
Adakah Calon Penulis?
Kadang seorang ragu untuk menyatakan diri sebagai penulis. Mereka menyebut diri dengan calon penulis. Hal ini karena terhalang mental block yang parah. Merasa tidak patut untuk menyebut dirinya sebagai penulis.
Padahal, dengan menulis, maka Anda telah menjadi penulis. Anda bukan calon penulis. Yang disebut dengan calon penulis adalah mereka yang berencana akan menulis. Begitu Anda menulis, maka Anda telah menjadi penulis. Sesederhana itu.
Ketika Anda menulis sesuatu untuk diposting di Facebook, Instagram atau grup WhatsApp, maka Anda adalah penulis. Ketika Anda menulis sebuah aktivitas, kegiatan, kejadian atau peristiwa, maka Anda adalah penulis. Ketika Anda rutin menulis status, Anda adalah penulis.
Menurut Mel Lee-Smith, calon penulis adalah seseorang yang duduk melamun di depan laptop berjam-jam tanpa menulis sesuatu –sambil membayangkan kelak dirinya akan menjadi penulis. Mereka ini yang disebut calon penulis, yang seumur hidupnya selalu menjadi calon.
Sesungguhnya calon penulis itu tidak ada, sepanjang Anda mau menulis. Istilah ‘calon’ langsung gugur, saat Anda mulai menulis. Namun jika Anda hanya berencana atau ingin menulis dan tidak pernah menulis, memang Anda adalah calon penulis.
Bagi Mel, menjadi penulis itu tidak harus kuliah di Fakultas Sastra atau Bahasa, tak juga harus menjadi penerus Rowling. Syarat menjadi penulis, hanyalah “benar-benar menulis.” Saat menulis itulah, Anda telah menjadi penulis.
Bangun Mental Anda Sebagai Penulis
“Being a writer requires only one thing: actually writing”, ujar Mel. Tidak penting deretan panjang status dan penghargaan, karena yang paling penting adalah Anda benar-benar menulis. Sesederhana itu untuk menjadi penulis.
Sepanjang Anda benar-benar menulis, Anda adalah penulis. Orang tidak ada yang bisa menggugat Anda, karena Anda telah melakukan ‘tugas profesi’ sebagai penulis, yaitu : menulis.
Katakan kepada diri Anda sendiri, bahwa Anda penulis. Buktikan dengan jalan menulis. Tunjukkan hasil tulisan Anda dengan publikasi melalui media sosial ataupun media massa. Anda bisa publikasi tulisan di grup whatsapp, facebook, instagram, twitter, blog, web. Anda juga bisa publikasi secara terbatas, hanya di satu grup tertentu.
Jika Anda tidak ingin publikasi, Anda bisa menyimpan semua karya tulis Anda di laptop atau komputer. Supaya karya tulis Anda tidak hilang. Mungkin suatu saat nanti Anda tertarik untuk mempublikasikannya.
Meski Anda tidak publikasikan tulisan, Anda adalah penulis, selama Anda memiliki karya tulis. Disebut penulis, bukan karena publikasi tulisan, tapi karena menulis. Publikasi hanyalah cara untuk menunjukkan hasil dari proses menulis.
Yang penting adalah, hargai pilihan Anda sebagai penulis. Hilangkan mental sebagai ‘calon’ dalam diri Anda. Secara yakin Anda harus menyatakan, bahwa Anda adalah penulis, karena Anda telah benar-benar menulis.
Bahan Bacaan
Mel Lee-Smith, Stop Calling Yourself an “Aspiring” Writer, https://www.melleesmith.com, 23 Juni 2017

Terima kasih pak Cah
Saya penulis slide slide presentasi sehingga semoga suatu saat jadi karya
bila kitamenulis denga mental yang positip akan melahirkan karya yang positif pulan.
menulis merupakan urat nadi sehingga,disetiap momen bisa menjadikan pemicu ide positif.Emosi yang positif melahirkan tulisan yang positif pula.
menulis jdikan sebagai solusi untukmenjadikan mental positif blok.
terima kasih bila kita menulis dengan positif thinking