20 September 2026

.

Oleh : Cahyadi Takariawan

.

Amat sangat banyak keinginan dalam kehidupan kita. Semua tampak menarik, dan rasanya kita ingin mendapatkan semuanya.

Anda ingin selalu melihat rumah yang rapi, bersih, teratur, masakan yang enak dan lezat tersaji tiap hari. Anda ingin pakaian yang selalu tercuci, rapi dan wangi, bunga-bunga di teras rumah Anda berseri dan mekar tiap pagi. Anda ingin bisa selalu chatting dengan lebih dari 50 grup whatsapp yang Anda ikuti.

Anda ingin bisa menjahit pakaian. Anda ingin bertaman. Anda ingin bisa membuat pizza sendiri. Anda ingin pandai menyulam. Anda ingin bisa hand writing. Anda ingin belajar bernyanyi. Anda ingin menjadi youtuber. Anda ingin menjadi pendaki gunung. Anda ingin pandai membuat video. Anda ingin lancar menulis fiksi dan nonfiksi.

Aku ingin begini, aku ingin begitu. Ingin ini ingin itu banyak sekali. Begitu kata Nobita, teman si Doraemon. Jika Anda menghendaki semuanya, bisa jadi justru tidak akan mendapatkan apa-apa. Tanpa fokus, Anda akan dibuat bingung untuk membuat pilihan keinginan.

Untuk itu, hendaknya Anda memiliki prioritas, hal mana yang sungguh harus —karena kewajiban, dan hal mana yang hanya berupa pilihan.

Gunakan Hukum Pareto

Ada saran simpatik dari Victoria Lynn Schmidt, agar kita menggunakan Hukum Pareto[i] untuk menjalani kehidupan dengan efektif. “Think of all the free time you would have if you only had to do a fraction, the most effective part, of the daily, too-often-unproductive grind. We all waste time and effort, every single day”, ujar Lynn.

Anda harus cermat menggunakan waktu, karena sesungguhnya ada 20 % waktu kita yang paling efektif, yang membentuk 80 % keberhasilan dalam hidup. Dari berbagai keinginan tersebut, Anda juga harus cermat memilih 20 % yang akan membentuk 80 % keberhasilan dalam kehidupan.

Kenyataannya, “We do things that will get us nowhere, things that won’t yield any value in our lives. This stuff takes up 80 percent of our effort, if we let it”, ungkap Lynn. Kita sering membuang-buang waktu dan tenaga, setiap hari, tanpa kita sadari. Bisa jadi ada 80 % waktu yang terbuang jika tak pandai membuat prioritas.

Kita sering melakukan hal-hal yang tidak menghasilkan nilai apa pun dalam hidup kita, dan ini bisa menghabiskan 80 % dari tenaga kita, jika kita membiarkannya. Maka saran Lynn, “Simplify your life and focus on the 20 percent of activity and effort that gives you 80 percent of happiness and results, at least for 30 days”.

Jangan tertipu oleh banyaknya keinginan, karena Anda harus tahu bahwa hanya 20 % keinginan Anda yang akan tercapai dalam kehidupan. Uniknya, itu telah menyumbang 80 % kebahagiaan dan kesuksesan bagi diri Anda.

Cermati 20 % yang Paling Esensial

Coba periksa dalam berbagai bidang kehidupan lainnya. Hanya 20 % dari semua barang dan perkakas di rumah Anda, yang benar-benar terpakai dalam kehidupan sehari-hari, dan itu sudah menyumbang 80 % dari kesuksesan hidup Anda sekeluarga. Hanya 20 % fitur di smartphone mahal Anda yang sering Anda gunakan, dan itu sudah menyumbang 80 % kesuksesan pekerjaan Anda.

Di sebuah restoran, biasanya hanya 20% dari menu yang tersedia yang paling laku. Namun 20% ini juga menjadi sumber pemasukan yang menyumbangkan 80% dari total pendapatan restoran tersebut. Dalam sebuah kepanitiaan atau kepengurusan, biasanya hanya 20 % personel panitia atau pengurus yang aktif, dan mereka telah menyumbang 80% keberhasilan kegiatan.

Di setiap grup WhatsApp, hanya ada 20 % anggota yang benar-benar aktif, dan sudah bisa membangun 80 % keaktifan di grup tersebut. Dalam tulisan saya ini, hanya 20 % bagian yang benar-benar dipahami oleh pembaca, namun sudah membentuk 80 % pemahaman tentang esensi pesan saya.

Nah, tugas kita semua adalah menemukan 20 % waktu dan 20 % tenaga, untuk menghasilkan 80 % kesuksesan dalam hidup kita. Semakin pandai kita menemukan 20 % waktu, semakin efektif pula waktu hidup kita.

Dari seluruh usaha untuk menulis, ada 20 % aktivitas yang sangat efektif untuk membangun 80 % keberhasilan Anda menjadi penulis. Dari semua teknik menulis, Anda cukup menguasai 20 % saja untuk membangun 80 % produktivitas menulis. Dari semua jenis tulisan, Anda cukup mengerti 20 % bagian, yang membuat Anda menguasai 80 % lainnya.

Mari belajar membuat prioritas. Sebab tak mungkin semua keinginan kita akan bisa terwujud dalam waktu hidup kita yang sangat terbatas.

Bahan Bacaan

Victoria Lynn Schmidt, 4 Tips for Making Time to Write, www.writersdigest.com, 3 April 2008

.

Catatan Kaki


[i] Hukum Pareto disebut juga the 80 – 20 rule (Hukum 80 / 20), The Law of The Vital Few atau The Principle of Factory Sparsity. Awalnya, Vilfredo Pareto (1906) mengamati  bahwa 80% kekayaan di negara Italia dimiliki oleh 20% dari jumlah populasi. Faktanya, 80 % luas tanah di Italia sebenarnya dimiliki hanya oleh 20% dari warganya. Bahkan 80 % hasil produk kacang lokal Italia, berasal hanya dari 20% total ladang tanaman kacang yang ada.

Selanjutnya Joseph M. Juran merangkum menjadi Hukum Pareto yang lebih bersifat universal. Menurut Juran, konsep 80 / 20 bisa diterapkan dalam seluruh sendi kehidupan manusia, mulai dari sosial, budaya, ekonomi, bisnis, dan lain-lain. Intinya, 80 % reaksi sebenarnya dihasilkan hanya dari 20 % aksi yang dilakukan.

Jadi, 80 % dari kesuksesan Anda sesungguhnya merupakan hasil dari hanya 20 % usaha Anda. Dengan demikian Anda harus sangat cermat, karena ada 20 % waktu dalam hidup Anda yang harus dioptimalkan untuk mendapatkan 80 % keberhasilan. Kita harus mampu menemukan 20 % usaha dan waktu tersebut.

1 thought on “Hukum Pareto untuk Prioritas Menulis

  1. Hanya 20% ya pak Cahya ? Luar biasa sekali…namun kita justeru sering terjebak oleh banyaknya keinginan dan akhirnya malah get nothing.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *