.
Oleh : Anna Maria Sri Asih, ID – 00301 EEPK 2020
.
Hidup itu penuh kejutan.
Semula tiada pikiran untuk sampai di perkumpulan tulisan.
Emak-emak pula yang ada di barisan.
.
Seperti lagu mbak Ruth Sahanaya: “oh oh astaga.. apa yang sedang terjadi…”
Aku tak pernah bermimpi,
bergabung di pasukan emak-emak ini.
.
Ah ternyata emak-emak temannya,
Seakan merasa aku emak yang masih muda,
rasa pede masih bisa ada.
.
Tak dinyana,
melihat kerennya tulisan mereka, keder mulai terasa.
Hingga tak berani sang tangan membuka grup WA.
Ternyata emak-emak ini hebat semua.
.
Teringat tulisan Bapak KH Mustofa Bisri,
“Setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan.
Kita bisa dan lebih baik mengambil manfaat dari kelebihan orang daripada sibuk dengan kekurangannya.”
.
Konon, kata-kata dari mulut emak-emak lebih banyak.
Ingat quote di atas seperti membuat lebih bijak.
Daripada kata-kata untuk menggosip orang banyak,
lebih baik membuat tulisan yang dapat mengasah otak.
.
Jadi sekalipun berkawan dengan emak-emak hebat membuat geregetan,
karena setiap kali ada emak-emak memposting tulisan,
jantung ini berdegup seperti berada di area balapan,
dan membayangi bahwa kelas ini ternyata penuh cobaan,
semua celotehan emak-emak hebat,
mau tidak mau selalu bisa membangkitkan semangat.
.
Ruang menulis ini memang penuh hiburan.
Di samping juga penuh ilmu dan bimbingan.
Walaupun aku masih penulis amatiran.
Bermimpi suatu saat menjadi penulis andalan.
.
Tulisanku saat ini memang sudah satu bagian.
Tapi memulai perjalanan itu sudah separuh jalan.
Komitmen konsisten hingga akhir, agar ada bukti nyata menjadi penulis beneran.
.
Kalaulah Pak Cah menyemangati menulis semudah bernapas,
Menyemangati bagi yang suka makan,
menulis semudah makan camilan.
