21 September 2026

.

Oleh : Herlin Variani, ID – 01201 EEPK 2020

Rasa gundah menyapa. Teriakan dari ruang mimpi kian menderu. Meminta diukir dengan karya nyata. Agar hidup lebih bermakna dan abadi.

Namun himpitan aktivitas membuat asa memudar. Akankah menjadi penulis legenda hanya sebuah hayalan belaka? Prasangka mencuat. Munkinkah risau ini tak berujung?

Namun sebuah skenario kehidupan berkata lain. Langkah kaki singgah di ruang kelas Emak-Emak Punya Karya batch # 1. Sebuah nama yang terlihat sederhana. Seolah tak ada yang istimewa.

Hingga pertemuan pun dimulai. Hari pertama, geliat energi posiif memenuhi ruang kelas. Motivasi dari sang mentor menjadi nadi penggerak grup itu.

Keraguan akan kemampuan sirna. Potensi melejit. Aktivitas pacu adrenalin pun dimulai. Namun penuh canda tawa. Satu persatu power peserta bermunculan. Menulis semudah bernapas begitu dirasakan. Tulisan berkualitas lahir. Hingga tak ada yang menyadari itu karya seorang ibu rumah tangga biasa.

Nyali sempat ciut. Melihat peserta mulai melahirkan buku impian. Menghilang dari grup serasa menjadi pilihan yang tepat. Namun hal itu tak dibiarkan terjadi. Tim dan peserta kelas EEPK, memberikan dorongan dan semangat luar biasa. Mereka tak rela jika ada yang tertinggal.

Tekad mereka, melahirkan karya gemilang bersama. Bukan menyelamatkan impian sendiri. Perasaan mengharu biru pun memenuhi sanubari. Semangat peserta seolah tak pernah padam. Mentor dan tim kelas EEPK setia mendampingi setiap saat. Motivasi dan evaluasi intensif berlangsung setiap hari.

Ini di luar ekspetasi. Bimbingan satu bulan intensif bukan hanya bahasa iklan semata. Lebih dari itu kami dapatkan. Kini derap langkah kian pasti. Mimpi menjadi seorang penulis best seller hadir di depan mata.

Bismillah. Bersama kelas EEPK persembahan Ruang Menulis Pak Cah kami bisa. Kini giliran anda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *