20 September 2026

Oleh : Cahyadi Takariawan

“When you write daily, it becomes a habit. You will get better and better each day and writing blocks will be no more” — Hephzy Asaolu, 2016.

**********

“Tiap hari saya membaca tulisan Pak Cah yang mengajak untuk produktif menulis. Tapi entahlah, saya selalu saja gagal menulis”, ujar seorang member grup Ruang Menulis Cahyadi Takariawan di channel telegram.

Peristiwa gagal menghasilkan karya tulis, banyak dipicu oleh habit atau kebiasaan buruk yang dirawat oleh para penulis pemula. Antara keinginan menulis dengan realitas kebiasaan yang ditampakkan menjadi tidak sinkron.

Berikut 7 kebiasaan buruk penulis yang harus Anda hilangkan, agar bisa produktif menulis setiap hari. Jika Anda berhasil membuang 7 kebiasaan buruk berikut, Anda akan produktif menulis setiap hari.

  • Menunggu mood untuk menulis

Di semua Kelas Menulis yang saya asuh, selalu ada peserta yang menyatakan moody. Menunggu mood untuk menulis. Ini kebiasaan buruk. Jauhi sikap menunggu mood. Menulis saja, tinggalkan mood. Tak ada yang perlu ditunggu untuk menulis.

  • Tidak memiliki waktu rutin untuk menulis

Menulis hanya seingatnya, tidak direncanakan, tidak memiliki slot waktu rutin untuk menulis setiap hari. Kalau ingat, menulis. Kalau tidak ingat, tidak menulis. Ini kebiasaan buruk yang membuat Anda tidak pernah menulis. Rencanakan menulis, berikan slot waktu rutin setiap hari, dan disiplinlah dengan slot yang telah Anda pilih sendiri.

  • Mudah tergoda aktivitas lain saat menulis

Pada saat berada dalam Zona Waktu Menulis —yaitu slot waktu rutin yang Anda tetapkan, mudah beralih kepada aktivitas lain. Seperti menerima telpon, menjawab pesan chatting, googling, dan lain sebagainya. Ini kebiasaan buruk yang membuat Anda menghabiskan waktu berharga, yang sudah Anda tetapkan untuk menulis.

  • Mengedit saat menulis

Betapa banyak orang mengatakan menulis itu sulit. Ternyata karena mereka mencampuradukkan antara kegiatan menulis dengan mengedit tulisan. Akhirnya tidak bisa menyelesaikan tulisan, karena asyik mengedit, sehingga tulisan terbengkelai. Jangan mengedit saat Anda menulis. Selesaikan tulisan Anda, baru mengedit.

  • Suka menunda-nunda

“Besok aku masih punya waktu”, demikian bisikan itu selalu datang. Ketika bisikan kemalasan itu datang, Anda harus melawan. Tidak boleh Anda ikuti, karena akan menjadi habit yang menghancurkan disiplin menulis yang ingin Anda bangun. Katakan, “Ada tulisan yang harus aku hasilkan sekarang, dan ada tulisan yang harus aku hasilkan besok”.

  • Takut respon negatif

Baru mulai menulis, belum memposting tulisan, sudah dihantui komentar negatif pembaca. Abaikan komentar negatif, jika itu mengganggu Anda. Fokuskan waktu menghasilkan karya tulis baru, daripada sibuk melayani para pencela itu. Pepatah mengatakan, biarkan anjing menggonggong, kafilah tetap berlalu. Maka abaikan saja para pencela, menulis tetap terjaga.

  • Terlalu banyak keinginan dalam menulis

Saat baru menulis satu tema, tergoda menulis tema lainnya. Saat menulis artikel, tergoda ingin membuat cerpen. Saat menulis cerpen, tergoda ingin membuat puisi. Jika itu Anda turuti, niscaya Anda tak pernah menghasilkan karya tulis apapun. Fokus selesaikan satu karya, baru membuat tulisan lainnya.

Demikianlah 7 kebiasaan buruk yang membuat Anda tidak menghasilkan karya tulis apapun, padahal sudah banyak mengikuti Kelas Menulis. Buang semua kebiasaan buruk tersebut untuk produktif menulis.

18 thoughts on “7 Kebiasaan Buruk Penulis

  1. Terimakasih Sarapan suntikan paginya Pak Cah itu Aku bangets.. sering terbengkalai gegara banyak keinginan ,satu saja belum selesai.. mtr nuwun.

  2. Semoga 7 penyakit ini tidak saya alami dan yang sakit segera diangkat penyakitnya oleh Allah Subhana wataala

    1. Takut salah menulis kata seperti huruf matinya apakah pakai h atau tdk jd sementara mengetik juga cari kosa kata yg benar di google.
      Beranggapan siapa tahu terlewatkan dari editan nanti lalu dipisting.
      Betul ini kebiasan yg menghambat kelancaran dlm menulis.
      Terima kasih Pak Cah, ini pelajaran sangat berga bagi saya

  3. Astaghfirullah, .. .itu betul-betul saya banget, Pak Ustad. Semoga itu semua segera berlalu, berganti dengan kebiasaan positif yang produktif menulis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *