Oleh : Kantin Emak Produktif
(1)
Faidzaa ‘azamta fatawakkal ‘ala Allah. Jika kita berniat dengan sungguh-sungguh untuk meraih sesuatu (kebaikan), maka kerahkanlah segala kekuatan. Tawakkal kepada Allah atas ikhtiar yang kita lakukan, menguatkan ‘azam sampai datang pertolongan Allah.
Sukses tidak hanya berhasil secara materi. Mendamaikan perselisihan adalah prestasi. Mampu mengkondisikan diri dan orang lain untuk sadar akan kewajiban adalah prestasi.
Apa saja yang membuat keadaan menjadi better menurut syari’at merupakan sukses dan jalan menuju selamat.
–Yulia K Rohima
(2)
Cintai dirimu dengan tidak membenci siapa pun. Sediakan ruang yang luas dalam hati, untuk mencinta semua yang di sekitarmu. Bahkan kepada para pembenci sekalipun. Sebab sesungguhnya, bahagia hanya tercipta pada hati yang penuh cinta.
“Sayangi semua yang di bumi, maka semua yang di langit akan menyayangimu.” (HR. Abu Dawud dan Timidzi)
–Junayda
(3)
Ujian setiap orang berbeda-beda. Kadang kita merasa diri kitalah yang paling menderita di dunia ini, diri kitalah yang masalahnya sudah sangat berat sehingga merana dan pusing memikirkannya. Namun ternyata, di luar sana masih banyak yang punya masalah lebih pelik dan lebih menyedihkan, kita saja yang tidak tahu. Tetap bersyukur dan berprasangka baik kepada Allah Swt..
–Meivany Azarini
(4)
Siapa yang berharap kepada manusia, pasti dia akan kecewa. Siapa yang berharap kepada Allah Azza Wa Jalla, tidak akan pernah kecewa karena Allah, tak akan mungkin mengecewakan hamba-Nya. Bagi orang yang bertakwa selalu ada jalan keluar dari setiap masalahnya.
Allah Ta’ala berfirman dalam Qur’an Aurat At-Talaq ayat 2,
… ۚ وَمَن يَتَّقِ ٱللَّهَ يَجْعَل لَّهُۥ مَخْرَجًا
Artinya:
“…. Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar.”
–Dewi Indrayati
(5)
“Sekecil apapun yang kita lakukan berimbas pada diri tetapi kadang kita tak menyadarinya. Untuk itu,ketika kita melangkah berilah jeda sebentar untuk meneliti apakah tindakan kita benar atau salah.”
–Wydiesti
(6)
Apa yang kita tuju dalam hidup ini selain mengharap Ridha-Nya?
Apa yang kita harapkan dari semua yang kita lakukan di dunia?
Tentunya adalah keberkahan untuk akhirat. Teruslah berbuat baik, meskipun itu melelahkan karena lelahmu akan hilang, sedangkan pahalamu, akan selalu ada.
–Hellen Patraliza
(7)
Salah satu derita manusia modern adalah hilangnya makna hidup. Segala hal yang dilakukannya terkadang hanya mengikuti tren, tuntutan sosial, dan gaya hidup yang hedonistik dan konsumeristik.
Situasi ini membuat mereka tidak sempat kembali pada cahaya Ilahi yang memberikan tuntunan spiritual. Akibatnya, mereka selalu merasa kurang sukses, kurang bahagia, hatinya menjadi gersang dan hampa.
–Eli Halimah
(8)
Jika sebuah senyuman dapat membuatmu nyaman, maka tersenyumlah karena nyaman tak dapat kau beli. Nyaman juga tidak datang sendiri. Rasa nyaman itu bisa kau ciptakan dengan memulai hari-harimu dengan senyuman.
–Ifah Latifah
(9)
Jangan saling menyakiti dengan saudaramu. Tak semestinya saudara kau jadikan musuh, sementara orang lain kau jadikan saudara.
Apabila kau tidak suka padanya, ingatlah dirimu juga tidak sempurna. Banyak hal yang tidak disukai saudaramu dari dirimu. Dia berusaha tidak menyakitimu.
Lisanmu adalah pedangmu. Saat lisan itu menyakiti, sewaktu-waktu dia juga bisa menebasmu sendiri. Jadi saling memaafkan, saling empati, saling memaklumi adalah lebih baik.
–Syasha Lusiana
(10)
Bersikap ramah dan berwajah cerah merupakan kunci meraih hati manusia. Dengan sikap ramah akan membuat orang lain merasa dihargai dan menaikkan rasa percaya diri. Ketahuilah bahwa baiknya akhlak seseorang dapat terlihat dari ekspresi wajahnya saat bertemu saudaranya.
***
Hati adalah bagian yang paling sensitif dari seorang manusia. Ia sangat mudah dipengaruhi oleh iman dan hawa nafsu. Saat iman kita kuat, maka hati menjadi sehat, jernih, dan peka terhadap noktah dosa. Ketika hawa nafsu menguat, hati menjadi sakit, pekat, dan sulit ditembus cahaya kebenaran.
–Atifah Saleha
(11)
Orang yang beruntung itu dapat mentadaburi dan mengamalkan Al Quran. Orang yang merasakan keberuntungan terbesar adalah terlahir sebagai seorang muslim. Tidak ada kenikmatan dan keberuntungan yang paling besar selain terlahir sebagai seorang muslim.
Seperti yang terkadung dalam Al-Qur’an surah Al-Hajj ayat 77 yang artinya, “Hai orang-orang yang beriman, ruku’lah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Tuhanmu dan perbuatlah kebajikan, supaya kamu mendapat kemenangan.”
–Nunun_Nurlaila

(12)
Sepuluh hari terakhir Ramadan, jangan jemu mengetuk pintu keberkahan karena setiap amalanmu diperhitungkan. Ramadan saat tepat bertaubat, istighfar diperkuat supaya tercurah kasih sayang dan cinta Allah.
Bahkan menjadi kekasih-Nya karena taubat. Dalam Rahmaan dan Rahiim, terkandung rahasia yang lembut, bahwa Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan mencintai hamba-Nya yang meminta ampun kepada-Nya.
“Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan mensucikan diri.” (QS. Al-Baqarah : 222)
Mengutip dari Taman orang-orang Jatuh Cinta dan memendam Rindu, Ibnu Qayyim, Al-Jauziyyah.
–Puspa Mafazan
(13)
“Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan dunia ini ; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas.” (QS. Al-Kahfi : 28)
–Yuli Pinasti
(14)
Rasa akan selalu memperlihatkan siapa dirinya. Ia tidak pernah merekayasa apa yang sebenarnya terjadi. Secantik apapun tampilannya, didesain bagaimanapun bentuk rupanya, tetap akan jujur. Sama halnya dengan hati, sehebat apapun menyimpan kemelut yang bergejolak di dalam dada secantik apapun raut muka yang ditampilkan untuk meredam suasana hati, sehalus apapun ucapan baik lisan maupun tulisan, akan nampak rasa yang terpendam.
Energi kita akan selalu mempengaruhi orang-orang yang berinteraksi dengan kita baik berhadapan langsung maupun jarak jauh.
–Warlinah.
(15)
Jangan lelah untuk berbuat baik, walau tak satu pun yang melirik. Lillah dan rihlah saja, suatu hari nilai kebaikan yang anda kesampingkan tanpa terasa berwujud kemanfaatan yang dapat di tiru orang. Bukankah janji Allah selalu benar.
Jangan mengikuti akhlak tidak rasional. Bersama Al-Qur’an tidak ada yang bertentangan. Semua sesuai hukum alam dan ilmiah.
–Dede Nurjanah
(16)
Kita tahu Allah Mahakaya, karenanya kita meminta rezeki dari-Nya. Kita paham Allah Maha Penjaga, karenanya kita meminta penjagaan terbaik dari-Nya. Kita mengerti Allah Maha Pengampun karenanya kita berharap kasih dan ampunan-Nya.
Kita yakin Allah akan menjawab semua pinta kita. Namun, seringkali kita terlalu banyak menimbang, memilih dan banyak menghitung atas segala yang kita persembahkan pada Allah. Kita lupa mensyukuri semua karunia yang kita dapatkan secara percuma.
Maka, pantaskah kita menerima limpahan rahmat dan kasih sayang-Nya?
Jangan sajikan pada Allah hal yang dibenci-Nya, sedang kau minta pada-Nya hal yang kau suka. (Ibnul Qayyim al Jauziyah)
–Tatiek R Anwar
(17)
Berpuasa bukan hanya menahan diri dari lapar dan haus, tetapi hati kita ikut berpuasa, lisan kita berpuasa dan telinga kita juga berpuasa. Ketika telinga kita berpuasa kita berusaha untuk tidak mendengarkan hal hal yang tidak diperbolehkan, yaitu kata-kata yang jahat dan kotor.
Allah Swt. berfirman, “Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggunganjawabnya.” (QS. Al-Isra : 36)
–Nur Pujiasih
(18)
Bulan Ramadan adalah bulan spesial karena keberkahannya. Spesial juga karena di dalamnya berlipat pahal kebajikan. Namun yang terjadi, Ramadan menjadi meluapnya segala kebutuhan hidup, baju baru, sandal baru, kue lebaran, dan kebutuhan sekunder lainnya.
Nikmati Ramadan ini dengan nyadong keberkahan dan menjemput Maghfiroh.
–Khuriyatul Ainiyah
(19)
Memiliki banyak teman adalah salah satu rezeki dari Allah Swt. Apalagi kalau teman-temannya berkarakter baik. Pastinya sangat menyenangkan.
“Satu musuh terasa banyak, seribu kawan terasa sedikit.”
Bersahabat di dunia, semoga bertetangga kelak di surga Firdaus-Nya. Aamiin.
–Dwi Handayanti
(20)
Masa lalu yang kelam dan banyaknya dosa maksiat yang telah dilakukan bukan halangan untuk meraih surga-Nya. Bukankah Allah telah menjamin ampunan bagi mereka yang meminta padanya?
“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (QS. Al-Baqarah : 186)
–Leni Cahya
++
Lakukanlah pekerjaan karena kita mencintainya. Ketika cinta, hal yang benar-benar kita lakukan adalah kesungguhan dan hanya mengharapkan kebahagiaan, keberkahan.
–Sri Rohmatiah
++
Ternyata, Anaklah Sang Penjaga. Jamaknya kita tahu, anak-anak membutuhkan perlindungan dan penjagaan orang tua. Jamaknya kita tahu, orang tua punya kewajiban mendidik anak-anak.
Namun tahukah Anda, betapa dasyat dampak kesadaran ‘menjadi orang tua’?
Menjadi orang tua membuat kita teguh hati. Lebih berani, lebih gigih dan lebih kuat. Kita juga tersadar bahwa harus meneladankan kebaikan. Menjaga diri dari barang haram dan menjauhi makshiyat karena menginginkan anak salih.
Tanggung jawab mendidik anak membuat kita mendidik diri sendiri. Anak dengan kepolosan dan bening nurani, acapkali lugas dan hitam putih. Membuat malu saat memilih area abu-abu.
Ternyata, anaklah yang menjaga kita!
–Ida Nur Laila
++
Banyak orang berletih-letih bahkan berdarah-darah untuk menggapai puncak karier, puncak jabatan, puncak kekayaan, puncak popularitas dan puncak kehebatan. Mereka semua mengira, puncak adalah hal paling indah yang akan mereka dapatkan.
Ternyata keindahan puncak hanyalah obsesi mereka yang belum tiba di sana. Setelah mencapai, mereka baru tersadar, bahwa puncak bukanlah jawaban.
“Saya pikir semua orang harus menjadi kaya dan terkenal dan melakukan semua yang mereka impikan, sehingga mereka dapat melihat bahwa itu bukan jawabannya” (Jim Carey).
–Cahyadi Takariawan

Maasyaallah tabarakallah. Kumpulan quotes emakkepo yang indah, sungguh nikmat berdampingan dengan teman kepenulisan. Apapun jadi wejangan. Jazaakumullah khoiran katsira jaza emakkepo semua dan bunda Ida serta ustadz Cahyadi Takariawan