20 September 2026

Oleh : Kantin Emak Produktif

(1)

Waktu sahur adalah saat yang sangat tepat untuk berdo’a dan banyak-banyak beristighfar memohon ampunan-Nya. Sangat disayangkan, jika waktu sahur hanya disibukan untuk urusan makan sahur saja. Padahal banyak keutamaan di dalamnya.

Dari Abu Hurairah r.a., Rasulullah saw. bersabda, “Rabb kita turun ke langit dunia ketika tersisa sepertiga malam terakhir. Lantas Dia berfirman, ‘Siapa saja yang berdoa kepada-Ku, maka akan Aku kabulkan. Siapa yang meminta kepada-Ku, maka akan Aku beri. Siapa yang meminta ampunan kepada-Ku, maka akan Aku ampuni.'” (HR. Bukhari no. 1145 dan Muslim no. 758).

–Dewi Indrayati

(2)

Di dalam surat At-Tahrim ayat 6, Allah Swt. mengingatkan kita agar menjaga diri dan keluarga dari api neraka. Keluarga adalah orang-orang tercinta, terdekat. Namun kadang “tersulit” untuk didakwahi. Sepakat atau tidak, inilah fakta yang kerap terjadi. 

–Yulia K Rohimah

(3)

Setiap kebaikan akan kembali kepada pelakunya masing-masing. Tiada satu pun kebaikan yang sia-sia, meski tidak ada orang peduli dengan kebaikan yang kita lakukan. Ketika kita berbuat baik untuk membalas kebaikan orang lain, itu baik. Lebih baik dan istimewa, jika kita bisa membalas keburukan orang lain dengan kebaikan. Sebaik-baik manusia, adalah yang bermanfaat untuk manusia lain. Maka teruslah menebar manfaat, tanpa merasa dimanfaatkan.

–Junayda

(4)

Ketika usaha telah maksimal dan doa selalu dipanjatkan maka berserah diri pada-Nya jalan satu-satunya. Dia akan menyelesaikan masalah kita dengan sesuatu yang tiada terduga. Keputusan Dia adalah yang terbaik untuk kita karena Dia Maha Mengetahui segalanya.

–Wydiesti

(5)

Ketika jeruk lemon yang asam bertemu dengan gula yang manis maka terciptalah cita rasa baru yang luar biasa. Begitu pun hidup. Hidup yang luar biasa itu tercipta ketika terjadinya suatu perpaduan yang pas tanpa mengubah rasa yang ada, tetapi mampu memberikan cita rasa yang baru karena setiap insan istimewa.

–Ifah Latifah

(6)

Di dunia ini, tak ada kehilangan yang terbesar dan terberat bagi seorang hamba daripada kehilangan iman. Tanpa iman, tak ada gunanya harta, tahta, rupa, dan genetika.

–Atifah Saleha

(7)

Waktu pagi adalah waktu yang penuh berkah dan kebaikan. Waktu pagi adalah waktu semangat untuk beramal. Dari sahabat Shokhr Al Ghomidiy, Rasulullah saw. bersabda,  “Ya Allah, berkahilah umatku di waktu paginya” (HR.Daud & At Tirmidzi).

–Nunun Nurlaila

(8)

Ramadan adalah bulan penuh berkah. Pahala dilipatgandakan, pintu ampunan dibuka lebar dan jalan kebaikan begitu banyak terbentang. Sungguh merugi orang yang pada saat Ramadan berlalu dan dia tidak mendapat ampunan dari Allah. “Celakalah seorang hamba yang mendapati bulan Ramadan kemudian Ramadan berlalu dalam keadaan dosa-dosanya belum diampuni” (HR. Ahmad, dishahihkan Al-Hakim, Adz-Dzahabi dan Al-Albani).

–Leni Cahya

(9)

Syekh Muhammad bin Ibrahim mengutip pernyataan seorang sufi, “Sebuah ketaatan ketika dianggap kecil ia menjadi besar di hadapan Allah. Sebuah kemaksiatan ketika dianggap besar maka ia menjadi kecil di hadapan Allah.” Maka, tidak perlu kita mengingat hal-hal baik yang pernah kita lakukan. Apalagi jika menyangkut orang lain dan kita mengungkitnya karena kebaikan kita bisa mengecil bahkan hilang. Dan perbanyaklah mengingat hal-hal buruk yang pernah kita lakukan. Dengan begitu kita termotivasi untuk bertaubat dan berbenah diri.

–Eli Halimah

(10)

Jika kita bisa menerima, lantas kenapa kita tidak bisa memberi? Rasulullah saw. mengatakan lebih baik tangan di atas daripada tangan di bawah. Kebaikan akan berbuah kebaikan.

–Meivany Azarini

(11)

Salah satu sifat yang Allah turunkan pada manusia adalah kasih sayang. Akan tetapi, akhlak ini seakan-akan sudah lama tidak ada pada diri sebagian manusia. Ketidakhadirannya menyebabkan hati manusia menjadi keras dan menimbulkan banyak kerusakan di muka bumi.

Sesungguhnya Allahlah yang menciptakan rahmat itu, pada hari Dia menciptakannya sebanyak seratus bagian. Ia menggenggam 99 bagian dan menurunkannya ke bumi hanya satu bagian dari rahmat tersebut. Dengan satu rahmat tersebut, seluruh makhluk saling mengasihi sampai binatang melata pun mengangkat kukunya, khawatir akan mengenai anaknya. Jika binatang saja khawatir melukai anaknya, tengoklah hati kita masing-masing, masihkah kasih sayang itu bersemayam di hati kita?

–Tatiek Rahayu Anwar

(12)

Setiap kita berhak bermimpi dan berusaha mewujudkannya. Ikhtiar yang didasari Azzam (kemauan) yang kuat, membuat langkah kaki mantap. Apalagi didasari iman yang kokoh menjadikan sempurna dengan tawakkal kepada Allah. Dan apabila kamu punya kemauan, bertawakkal-lah kepada Allah

–Puspa Mafazan

(13)

Ada masa di mana begitu banyak ujian kehidupan berupa kesedihan bertubi-tubi, kesulitan, kekurangan, kehilangan, kekhawatiran tekanan dan ketakutan. Lantas kita merasa sempit hati, sedangkan Allah Maha Luas Kasih Sayang-Nya. Sebuah isyarat cinta Allah agar kita bersegera kembali kepada rengkuhan serta dekapan-Nya. Allah menyemangati, “Wahai orang-orang yang beriman! Bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga dan bertakwalah kepada Allah agar kamu sukses” (QS. Ali-Imran: 200). “Kebahagiaan hakiki adalah saat  ketaatan kita pada Allah bertambah, yang pada akhirnya ketaatan itu akan menambah  semangat dalam beramal”

–Yuli Pinasti

(14)

Salah satu obat hati yaitu berteman dengan orang- orang yang salih. Semoga kita selalu bersama komunitas orang orang salih yang akan mengajak kita ke surga. Kalau belum ada komunitas tersebut maka ciptakanlah, warnailah lingkunganmu dengan kebaikan. Jadilah seperti ikan di laut yang tidak terasa asin walaupun hidup di air laut yang asin. Kita tidak hanya salih secara pribadi tapi juga secara sosial.

–Nur Pujiasih

(15)

Ketika usaha telah maksimal dan doa selalu dipanjatkan maka berserah diri pada-Nya. Dia akan menyelesaikan masalah kita dengan sesuatu yang tiada terduga. Keputusan Dia adalah yang terbaik untuk kita karena Dia Maha Mengetahui segalanya.

–Wydiesti

(16)

Kegagalan bukanlah sebuah masalah besar. Bukankah kita hanya diperintahkan untuk berusaha dan berdoa? Hasil adalah hak prerogatif-Nya. Hidup adalah proses. Jangan fokus pada hasil, tidak perlu memvonis diri sendiri karena merasa tidak berdaya, tidak mampu untuk mencoba. Ingatlah, sungguh perkara mudah bagi Allah untuk mengabulkan doa-doa hamba-Nya. Teruslah berusaha, mencoba dan berdoa hingga Allah sayang  dan cinta pada kita.

–Dede Nurjanah

(17)

Jika kita merasa hidup dipersulit, tengoklah ke belakang apakah kita pernah atau bahkan sering mempersulit orang lain? Ingat pesan Allah Swt., “Dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya” (QS. At-Thalaq  : 4).

–Sri Rohmatiah

(18)

Berbuat baiklah kepada tetangga. Rasulullah saw telah bersabda, “Wahai Abu Dzarr, jika engkau memasak masakan berkuah, maka perbanyaklah kuahnya dan perhatikanlah tetanggamu.” (HR Muslim). Nabi saw mengarahkan kita agar selalu peduli dan berbagi dengan tetangga.

–Sari Widiastuti

(19)

Bagaimana seseorang merasa berkuasa atas dirinya? Merasa sehat karena minum obat. Merasa kenyang karena makan. Merasa hidup karena bernafas. Merasa kaya karena banyak harta. Padahal, tak satu pun yang luput atas kuasa Allah selain karena rida-Nya. Begitu smbongnya diri yang mengaku dia mampu. Ikhtiar adalah kewajiban. Namun hasilnya adalah takdir pemilik alam

–Khuriyatul Ainiyah

(20)

Berbagi ceria bersama keluarga tercinta, di momen Ramadan istimewa, peluk erat mereka. Sejauh mana kaki melangkah, keluarga tempat pulang yang paling indah. Hanya orang yang tidak mampu mensyukuri menganggap keluarga tak berharga.

–Syasha Lusiana

(++)

Pernahkah Anda mengharapkan lebih pada sesuatu? Berusaha mengejar hingga tak mengenal lelah, menembus segala cara untuk mendapatkannya. Mengabaikan, segala rasa, hingga pada akhirnya menggapai keinginan itu dan tahukah apa yang telah Anda dapatkan? Sebuah kenyataan yang tak seindah apa yang Anda kejar, hingga membuat hatimu kecewa, terluka, dan sakit. Hingga akhirnya, hanya kepada Allah-lah tempat berserah.

Jangan pernah mengejar atau merindukan sesuatu secara berlebihan karena yang demikian penyebab kegelisahan yang tak pernah padam. Seorang muslim akan bahagia ketika menjauhi keluhan, kesedihan dan kerinduan. Demikian pula ketika dapat mengatasi keterasingan, keputusasaan, betapapun yang demikian itu adalah tanda kehampaan hati.

–Warlinah

(++)

Ketika kita sakit hati atas sikap dan perkataan orang lain, di saat yang sama Allah ingin mengajarkan kita untuk menjaga sikap dan perkataan dari menyakiti perasaan orang lain. Fokus pada diri sendiri saja, itu lebih menenangkan dan mencerahkan. Biarlah orang lain dengan caranya sendiri dan kita dengan cara kita sendiri. Hanya mengharap Rida-Nya saja. Insyaa Allah akan datang “Pesan Cinta-Nya” untuk hati yang tersakiti.

–Hellen Patraliza

(++)

Orang dewasa perlu belajar lagi pada kanak-kanak dalam hal berusaha. Milikilah semangat kanak-kanak. Tak mudah patah arang saat jatuh bangun belajar berjalan dan berlari. Jika jatuh dan menyerah, maka selamanya ia tak bisa berlari.

— Ida Nur Laila

(++)

Allah adalah Dzat yang Maha Memberi Rejeki. Namun mengapa ada orang yang rejekinya seret? Orang yang rejekinya seret, mungkin karena  terhambat oleh sifat-sifat dan perbuatan tercela yang dilakukannya. Imam Ibnul Qayyim Aljauzi dalam kitab Zadul Ma’ad menyatakan, ada empat hal yang menjadi penghambat rejeki. Yang pertama tidur pagi, kedua sedikit shalat, ketiga bermalas-malasan, dan keempat sifat khianat. Ingin rejeki lancar? Jauhi empat penghambat ini.

–Cahyadi Takariawan

1 thought on “20 ++ Pesan Kebaikan Hari Kedelapan Ramadan

  1. Masyaallah tabaarakallah. Sungguh indah untaian kata -kata yang tersirat nan penuh makna. Syarat akan petuah nasihat kebaikan. Alhamdulillah bisa di kumpulkan dengan kaum muhlisin. Baarakallah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *