Oleh : Kantin Emak Produktif
(1)
Manusia paling mulia yaitu yang paling bagus akhlaknya. Akhlak mulia mengundang kecintaan dan kedamaian. Sejalan dengan hadis bahwa menyempurnakan akhlak merupakan misi utama diutusnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam.
إِنَّمَا بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ صَالِحَ الْأَخْلَاقِ
“Sesungguhnya aku (Rasulullah ﷺ) diutus untuk menyempurnakan akhlak yang baik.” (HR. Ahmad 2/381)
Wahai orang tua, tinggalkan warisan akhlak mulia untuk menjadikan diri dan anak keturunan rahmatan lil alamin.
— Ida Nur Laila
(2)
Jangan iri dengan kehidupan orang lain, bisa jadi ia pun iri dengan hidupmu. Bersyukurlah dengan apa yang telah Allah beri. Di balik kebahagiaan dan kesuksesan orang-orang yang kita lihat secara kasat mata, kita tidak pernah tahu perjuangan dan pengorbanannya dalam hidup, mungkin ada darah dan air mata.
–Meivany Azarini
(3)
Dalam hartamu ada hak-hak orang lain. Jika kamu berat mengeluarkannya dengan kesadaran sendiri dan penuh keikhlasan, ingatlah Allah Mahakuasa atas segala sesuatu. Allah akan mengambilnya secara paksa darimu, mungkin dengan wasilah sakit, dicuri, dirampok, ditipu, dan lain-lain.
–Eli Halimah
(4)
Apapun yang kita berikan pada anak kita adalah sebuah amal kebaikan. Apabila amal kebaikan tersebut disertai keikhlasan maka InsyaAllah orang tua akan menuai hasilnya baik di dunia maupun akhirat. Anak tidak hanya amanat yang harus dijaga tetapi juga sebagai aset dunia dan akhirat yang selalu kita damba.
–Wydiesti
(5)
Berhati-hatilah terhadap perkataan sebab terkadang ia laksana bunga dan racun. Perkataan seorang mukmin yang hanif, ibarat bunga, terasa indah dan menenangkan karena keluar dari hati yang jernih. Perkataan seorang munafik, bagaikan bunga beracun. Seolah-olah indah padahal mematikan sebab keluar dari hati yang sakit.
–Atifah Saleha
(6)
“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya malam dan siang merupakan tanda bagi orang yang berpikir” (QS. Ali Imran : 190). Mari kita merenung. Jadikan Ramadhan sebagai bulan perubahan bagi kita, seperti ulat yang berubah menjadi kepompong dan kupu-kupu.semoga pasca ramadhan kita menjadi mahluk yang lebih indah dari sebelumnya.
–Nur Pujiasih
(7)
Setiap yang bernyawa akan mati, kembali di mana ia berasal, menghadap pencipta-Nya. Manusia berpulang tanpa membawa harta, keluarga, maupun jabatan. Amal ibadah semasa hidup sebagai bekal menghadap Sang Pencipta. Sudahkah kita mempersiapkannya? Mari kita persiapkanlah dari sekarang, jangan menunda untuk berbuat baik, sekecil apapun kebaikan akan mendapat balasan amal dari Allah. Kita tidak pernah tahu amalan yang mana yang dapat mengantarkan ke surga.
–Warlinah
(8)
“Orang yang ilmunya bermanfaat, menjadi orang yang menjadi lapang dadanya, paling luas hatinya. Paling baik akhlaknya, dan paling berkah kehidupannya. “
–Yuli Pinasti
(9)
Teringat sebuah pesan yang begitu indah dari Imam Hasan Ali Basri, “Aku tahu, rezekiku tidak akan diambil orang lain karena itu, hatiku jadi tentram. Aku tahu, amalku tidak bisa dilakukan oleh selainku karena itu aku sibuk beramal. Aku tahu, Allah selalu mengawasiku karena itu, aku malu jika Dia melihatku di atas kemaksiatan. Akupun tahu, kematian menungguku karena itu, aku mempersiapkan bekal untuk berjumpa dengan-Nya.”
-Hellen Patraliza
(10)
Cemas adalah, rasa yang dititipkan Allah, agar kita waspada, sebagai antisipasi untuk menghadapi kejadian yang tidak diharapkan (dicurigai akan berdampak buruk). Namun sebagai muslim, kita tidak boleh cemas berlebihan. Cara terbaik untuk mengatasi kecemasan ialah dengan bersujud kepada Allah dan memperbanyak dzikir serta berdoa. Panjatkan do’a ini, saat merasa cemas terhadap apapun:
أَللّٰهُمَّ إِنِّى أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالحَزَنِ وَالْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْبُخْلِ وَالْجُبْنِ وَضَلَعِ الدَّيْنِ وَغَلَبَةِ الْرِّجَالِ
“Ya Tuhanku, aku berlindung kepada-Mu dari rasa sedih serta duka cita ataupun kecemasan, dari rasa lemah serta kelemahan, dari kebakhilan serta sifat pengecut, dan beban utang serta tekanan orang-orang (jahat).”
–Dewi Indrayati
(11)
Filsafat India Kuno mengatakan bahwa, “Hari ini Anda tergantung pada pikiran yang datang saat ini. Besok Anda ditentukan oleh ke mana pikiran membawa Anda.” Kita haruslah dapat mengarahkan pikiran ke hal yang bersifat positif. Buang jauh-jauh pikiran buruk, baik itu terhadap manusia, lebih-lebih terhadap Allah.
Bukankah nabi Muhammad telah mensabdakan bahwa sungguh Allah itu menurut sangka hamba-Nya? “Aku selalu menuruti persangkaan hamba-Ku. Apabila ia berprasangka baik, maka ia akan mendapatkan kebaikan. Adapun bila ia berprasangka buruk kepada-Ku, maka ia akan mendapatkan keburukan.” (H.R Tabrani dan Ibnu Hibban)
–Yessi Eria

(12)
Ujian kehidupan, Allah berikan sebagai proses pendewasaan bagi manusia. Untuk menguatkan, agar dapat naik kelas. Allah tidak menguji manusia, melainkan sesuai dengan kapasitasnya masing-masing. Ujian adalah tanda, bahwa Allah percaya kita mampu menghadapinya.
لا يكلف الله نفسا الا وسعها
“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” (Al-Baqarah:286)
–Junayda
(13)
Apakah hidup kita akan menjadi kacau gara- gara satu hal atau seseorang yang berulang kali membuat suasana berantakan? Masih banyak event yang menyenangkan, masih banyak juga orang yang membahagiakan. Fabiayyi aalaa-i Robbikumaa tukadzdzibaan.
–Yulia K Rohima
(14)
Jika kita masih bisa menyesali kesalahan dan dosa-dosa kita, maka bersyukurlah. Allah masih memberi kesempatan bagi kita untuk memperbaiki diri. Jangan sampai penyesalan itu datang pada saat dia sudah tak berguna lagi. Pada hari di mana ‘kematian’ telah disembelih, dan keabadian telah menunggu kita.
“Dan, jika sekiranya kamu melihat mereka ketika orang-orang yang berdosa itu menundukkan kepalanya di hadapan Tuhannya, (mereka berkata): “Ya Tuhan kami, kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah kami (ke dunia), kami akan mengerjakan amal saleh, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang yakin”. (QS. As-Sajdah, 12).
–Leni Cahya
(15)
Anda pernah jatuh tersungkur? Luka dan berdarah, kaget, gemetar dan shock. Namun demikian tetap berusaha bangkit, walau sakit. Berusaha berdiri walaupun tak kuat. Berusaha berjalan walau tertatih. Sama halnya dengan perjalanan hidup. Kadang suka dan bahagia, kadang duka dan nestapa. Ketika jatuh maka berusahalah bangkit. Optimis walau belum pasti, Allah pasti membimbing hamba-Nya yang mau berikhtiar.
–Khuriyatul Ainiyah
(16)
Anak adalah permata, cintailah sepenuh jiwa raga, agar cahanya membawa bahagia hingga ia dewasa. “Anak hanya butuh kehadiran orang tuanya, karena ayah dan ibu masing-masing memberikan andil dalam tumbuh kembang mereka.”
“Mendidik anak bagaikan melodi cinta. Irama indah yang diiringi cinta-Nya, maka nikmatilah iramanya.” Sejatinya di Ramadan ayah dan bunda menjadi orang tua yang terlibat dalam tumbuh kembang mereka bukan hanya terlihat
–Nunun Nurlaila
(17)
Jalan kebaikan terbuka lebar di bulan Ramadan. Mengambil bagian sebagai orang beriman. Meniti ketakwaan, puncak keselamatan. Rezeki pun jaminan. Masalah juga kelar. Rasulullah saw., bersabda :
“Bertakwalah kepada Allah di manapun kamu berada. Iringilah kesalahanmu dengan berbuat baik, niscaya kebaikan itu menghapusnya. Dan pergaulilah manusia dengan akhlak terpuji.” (H.R. Tirmidzi. Dia berkata “hadits ini Hasan”)
“Barang siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar, dan memberinya rezeki dari jalan yang tidak diduga.” (QS. Ath-Thalaq:2-3)
–Puspa Mafazan-
(18)
Rasulullah saw. yang telah diampuni segala dosanya, setiap hari melakukan istighfar hingga 100x, apalagi kita yang hanya insan biasa, seharusnya lebih banyak lagi. Ketahuilah saudaraku, ada banyak keutamaan istighfar, salah satunya diriwayatkan dalam sebuah hadits.
“Barangsiapa memperbanyak istighfar (mohon ampun kepada Allah) niscaya Allah akan menjadikan untuk setiap kesedihannya jalan keluar, dan untuk setiap kesempitannya kelapangan dan Allah akan memberi rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka” (HR. Abu Daud).
–Ayu Muliyati
(19)
Manusia punya keinginan, Allah punya kehendak. Jika keinginan kita tidak sesuai dengan kehendak Allah maka bersabarlah sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. Allah maha tau apa yang terbaik untuk kita. Yakinlah ketentuan Allah itulah yang terbaik.
–Ifah Latifah
(20)
Keikhlasan itu tidak nampak dan tak perlu ditampakan. Akan tetapi Allah akan menampakan hasil dari keikhlasan itu. Ilmu Allah lebih luas tanpa batas. Kita yakini dan jalani saja. Selalu berada di jalan-Nya.
–Dede Nurjanah
(++)
Kebahagian manusia di dunia tidak sebatas melimpahnya harta ataupun kesempurnaan jasmani. Sejatinya kebahagian tertinggi ketika masih punya hati nurani untuk berbagi
–Sri Rohmatiah
(++)
Jangan mengira ada perbuatan jahat yang luput dari pengawasan Allah. Bukan hanya perbuatannya, bahkan jumlah pelakunya pun diungkap oleh Allah.
وَكَا نَ فِى الْمَدِيْنَةِ تِسْعَةُ رَهْطٍ يُّفْسِدُوْنَ فِى الْاَ رْضِ وَلَا يُصْلِحُوْنَ
“Dan di kota itu ada sembilan orang laki-laki yang berbuat kerusakan di bumi, mereka tidak melakukan perbaikan” (QS. An-Naml: 48).
Ramadan saat yang tepat untuk mengakhiri kejahatan dan menguatkan kebaikan.
–Cahyadi Takariawan

Maasyaallah tabaarokallah, spirit kebaikan mak-emak kepo tertuang sangat pada quotes-quotesnya. Alhamdulillah bisa berada diantaranya.Terima kasih makbundaIda,makpreskeposemua. Syukran katsira ustadz Cahyadi Takariawan
Jazak