.
Ayuk Membuat Buku Antologi – 15
Oleh : Cahyadi Takariawan
.
Banyak sahabat bertanya, berapa biaya yang diperlukan untuk menerbitkan sebuah buku? Sebagian orang mengira, pertanyaan tentang harga cetak sebuah buku bisa dijawab dengan seketika.
Dikiranya, sama dengan pertanyaan, “Berapa harga 1 kg gula pasir?” Untuk 1 kg gula pasir, jawabannya dengan mudah bisa disebutkan, misalnya Rp 11.000 atau Rp. 13.000. Nah, harga cetak buku tidak bisa dijawab dengan cara seperti itu.
Komponen Biaya yang Memengaruhi Biaya Cetak Buku
Ada banyak komponen yang menentukan harga mencetak sebuah buku. Jika pekerjaan pracetak dikerjakan sendiri, maka tentu gratis, tanpa biaya. Hanya perlu tenaga, waktu dan pikiran.
Namun jika pekerjaan pracetak diserahkan kepada pihak lain, atau outsourcing, tentu berbiaya. Komponen biaya pracetak tidak ada standar atau patokannya. Benar-benar sangat personal.
Satu orang proofreader bisa mematok harga sangat berbeda dengan proofreader lainnya. Satu orang editor bisa mematok harga sangat berbeda dengan editor lainnya.
Satu orang layouter bisa mematok harga sangat berbeda dengan layouter lainnya. Satu orang desain cover bisa mematok harga sangat berbeda dengan desain cover lainnya. Tidak ada standar pasti.
Berikut gambaran sederhana dan sangat kasar tentang komponen biaya pracetak.
| Komponen Pekerjaan | Dikerjakan sendiri | Outsourcing (Kisaran Perkiraan Harga) * | |
| Proofreading | Rp. 0,- | Rp. 1.000 – 4.000 / halaman | |
| Editing | Rp. 0,- | Rp. 7.000 – 20.000 / halaman | |
| Setting / Lay out | Rp. 0,- | Rp. 2.000 – 15.000 / halaman | |
| Cover buku | Rp. 0,- | Rp. 100.000 – 1.000.000 | |
| Pengurusan ISBN | Rp. 0,- | Biaya handling, Rp. 200.000 | |
| Percetakan | Tergantung banyak faktor |
Besaran biaya yang saya cantumkan tersebut hanya perkiraan umum, dengan jenis pengerjaan standar. Harga sangat dinamis, bisa berubah sewaktu-waktu. Harga juga bisa berbeda-beda, tergantung lembaga / personal yang menangani pekerjaan tersebut.
Jika ada permintaan secara khusus, harganya bisa berbeda. Misalnya, minta layout dengan tingkat kerumitan tinggi, harganya juga semakin tinggi. Melakukan layout buku berjenis text book, lebih mudah dan sederhana, dibandingkan dengan buku yang banyak gambar dan variasi. Layout text book hitam putih, lebih mudah dibandingkan dengan buku bergambar full color. Nah, wajar jika harga pengerjaan lay out bisa sangat berbeda.
Komponen Biaya Cetak
Untuk mencetak atau menerbitkan buku, setiap penerbit memiliki standar harga yang berbeda-beda. Tidak ada standar harga buku. Perkiraan biaya yang bisa saya sampaikan bersifat sangat kasar. Untuk mendapat biaya yang pasti, harus langsung bertanya kepada penerbit / percetakan yang ditunjuk.
Komponen yang memengaruhi harga cetak buku di penerbitan / percetakan.
- Jumlah halaman buku
Mencetak buku setebal 100 halaman, lebih murah dibandingkan dengan 500 halaman. Makin banyak jumlah halamannya, makin mahal harganya
- Ukuran buku
Mencetak buku standar A5, lebih murah dibanding dengan ukuran yang tidak standar. Makin rumit ukurannya, makin mahal harganya
- Jenis kertas
Mencetak dengan kertas bookpaper (BP), tersedia sejak ukuran 55 hingga 99 gram. Makin tebal kertasnya, makin mahal harganya.
- Jenis tinta isi buku
Biasanya buku dicetak dengan hitam putih. Jika menghendaki buku fullcolor, harga cetak lebih mahal daripada hitam putih.
- Jenis cover
Pada umumnya buku dicetak dengan cover biasa, ditambah dengan emboss dan spot UV. Jika minta berjenis hardcover, harga lebih mahal daripada cover biasa.
- Bentuk buku
Ukuran buku standar adalah 14 X 20 cm, atau variasi dari ukuran ini. Namun jika memesan buku dengan bentuk rumit, akan semakin makin mahal harganya
- Jumlah eksemplar cetak
Menerbitkan buku sebanyak 50 eksemplar, biaya cetak per eksemplar lebih mahal. Menerbitkan buku 500 eksemplar, jauh lebih murah jika dihitung per eksemplar. Makin banyak jumlah eksemplar buku, makin murah harga satuannya.
Contoh Perkiraan Harga Cetak Buku
Berikut saya sampaikan contoh perkiraan biaya cetak buku, dengan melakukan perbadingan pada tiga penerbit indi yang ada di Yogyakarta.
Contoh di bawah ini, untuk buku dengan spesifikasi sebagai berikut : ukuran buku 14 x 21, kertas Bp72, tebal buku 300 halaman, cover (biasa) dengan spot UV dan emboss.
- Penerbit Md
Biaya cetak 100 eksemplar = @ 39.100 = Rp. 3.900.000
- Penerbit Ag
Biaya cetak 100 eksemplar = @ Rp 41.000 = Rp 4.100.000
- Penerbit Di
Biaya cetak 100 eksemplar = @ 50.500 = 5.500.000
Catatan : Data terkait harga tersebut, didapatkan pada bulan Maret tahun 2021. Bisa terjadi perubahan sewaktu-waktu, disebabkan oleh banyak faktor.
Dari tiga contoh penerbit di atas, sudah tampak perbedaan yang nyata. Kisaran harga Rp. 39.100 hingga Rp. 50.500 per buku, jelas sangat berbeda secara nyata.
Jika mencetak 100 eksemplar, kisaran total biaya dari Rp. 3,9 juta hingga Rp. 5,5 juta. Selisih harga pada penerbit Md dan penerbit Di, sebesar Rp. 1,4 juta. Sangat besar selisihnya.
Jika menerbitkan 500 eksemplar buku, harga satuannya menjadi lebih murah. Apalagi jika menerbitkan di atas 1.000 eksemplar, semakin murah lagi. Intinya, makin banyak jumlah eksemplar yang dicetak, makin murah biaya satuannya.
Jika Anda mencari penerbit yang lebih mahal dari contoh (3), pasti ada. Jika Anda mencari penerbit yang lebih murah dari contoh (1), juga ada. Benar-benar tidak ada standar. Harga cetak di setiap kota bisa berbeda pula.

Harga cetak buku setiap kota berbeda-beda. Ada yang mahal, murah dan standar. Yang lebih paripurna yaitu bisa selesai dan sukses membuat buku. Syukran katsiiran ustaz Cahyadi Takariawan.
Trimk cekgu Besar ilmunya
Terima kasih pencerahannya, Pak Cah. Akhirnya tahu seluk beluk penerbitan sebuah buku.