.
Oleh : Cahyadi Takariawan
.
Mengunjungi kawasan Bromo, sungguh telah mengingatkan kita tentang akhirat. Wisata Bromo bagi saya adalah wisata spiritual murni. Saat pagi hari kita menyaksikan sunrise dari puncak Tengger, serasa berada dalam keindahan surga dunia. Mengingatkan kita betapa kelak ada keindahan tanpa ada bandingannya.
Sangat indah menakjubkan. Kita menyaksikan kawah Bromo dengan asap putih mengepul, disaput kabut tebal menyelimuti kaki gunung, membawa kita serasa di atas langit tinggi. Perlahan matahari menampakkan diri, membawa serta berjuta keindahan alam yang luar biasa mempesona. Dari puncak Penanjakan 1, kita melihat keelokan desa Cemoro Lawang. Seakan sebuah perkampungan hijau yang tergantung di langit putih. Sangat indah mempesona, serasa ingin menyelami seluruh sisinya.

Namun begitu kita mendaki puncak Bromo dan melihat kawah dari dekat, kita diingatkan tentang neraka. Sangat mengerikan. Suara gemuruh dari dasar kawah yang tak tampak, saking dalam lubang kawah itu, membuat bulu kuduk bergidik ngeri. Jika ada pengunjung terperosok jatuh ke dalam lubang kawah tersebut, tampaknya tidak akan bisa selamat kembali ke tempat semula.
Sebuah dzikir yang sangat dahsyat. Menggelora dari dasar kawah yang sangat dalam tidak terkira. Mengingatkan betapa pedih siksa neraka.

Dari kawah Bromo kita beranjak ke padang Savana. Masyarakat setempat menyebut dengan Bukit Teletubbies, karena bentuk bebukitan yang menyerupai bukit di film Teletubbies. Hamparan padang savana yang sangat luas membuat suasana kembali ke surga. Sebuah dzikir keindahan taman-taman bunga. Harapan kuat semoga kelak kita bisa bermain di taman surga.
Terakhir kita diajak menikmati Pasir Berbisik. Sebuah hamparan padang pasir yang sangat luas. Mengingatkan kita tentang padang mahsyar. Tempat berkumpul semua umat manusia kelak di alam akhirat sana. Dzikir yang menyatu dengan alam ciptaan-Nya. Subhanaka faqina ‘adzabannar. Sungguh lengkap jamuan ruhani di kawasan Bromo – Tengger. Tarbiyah ruhiyah yang kuat kita dapatkan sepanjang rute perjalanan.

Demikianlah nilai spiritualitas dari kawasan Bromo – Tengger yang sangat eksotis untuk wisata. Rabbana maa khalaqta hadza bathila.
Bromo, 28 Agustus 2016
